MEDAN, beritapasti.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, mendesak aparat kepolisian mengungkap secara tuntas penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7/2026). Menurutnya, kejelasan hasil investigasi sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.
Hingga kini, kata Robi, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti ledakan yang merenggut tiga nyawa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
“Peristiwa ini harus diusut secara menyeluruh karena menyangkut keselamatan masyarakat. Sampai sekarang belum ada kepastian apa penyebab ledakan tersebut, padahal sudah menimbulkan korban jiwa. Masyarakat tentu ingin mengetahui fakta yang sebenarnya,” ujar Robi Barus, Kamis (23/7/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, penyelidikan harus dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga hasilnya dapat diterima publik.
Menurutnya, berbagai informasi yang beredar terkait dugaan penyebab ledakan masih perlu dibuktikan melalui investigasi yang komprehensif.
“Jangan sampai muncul berbagai asumsi yang membuat masyarakat semakin bingung. Semua harus dibuktikan melalui proses penyelidikan yang mendalam dan hasilnya disampaikan secara terbuka,” katanya.
Robi mengakui salah satu dugaan yang berkembang di masyarakat mengarah pada jaringan pipa gas. Namun, ia mengingatkan bahwa pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah menyampaikan hasil pemeriksaan awal yang menyatakan jaringan gas di lokasi tidak menjadi penyebab ledakan.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan melibatkan seluruh pihak yang memiliki kompetensi untuk memastikan penyebab sebenarnya.
“Kita harus menunggu hasil investigasi resmi. Yang terpenting sekarang adalah memastikan penyebabnya benar-benar terungkap agar masyarakat mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu juga menyoroti keresahan warga, khususnya pelanggan jaringan gas rumah tangga. Menurutnya, selama penyebab ledakan belum dipastikan, kekhawatiran masyarakat akan terus muncul.
Ia menegaskan, apabila hasil investigasi membuktikan ledakan dipicu oleh jaringan pipa gas, maka PGN harus bertanggung jawab penuh terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan.
“Kalau memang terbukti berasal dari jaringan pipa gas, tentu PGN harus bertanggung jawab. Tidak hanya terhadap kerusakan materi, tetapi juga terhadap korban jiwa dan kerugian yang dialami keluarga korban,” tegasnya.
Sebaliknya, apabila penyebab ledakan berasal dari faktor lain, seperti kelalaian penggunaan instalasi di dalam rumah, Robi meminta pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai standar keamanan penggunaan gas dan instalasi rumah tangga.
“Apapun hasilnya nanti, harus menjadi pelajaran bersama. Pemerintah perlu memperkuat edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (bp-03)




