Medan

Konflik Kepala Daerah dan Wakilnya Bisa Rusak Program Pembangunan

MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan bahwa konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan. Karena itu, keduanya perlu mengesampingkan ego, membangun komunikasi, dan saling mendukung demi kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Rico saat menyambut para wakil kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Wilayah Sumatera Utara Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (Aswakada) di Heritage Grand City Hall, Jumat (23/10/2026).

Menurut Rico, hubungan kepala daerah dan wakilnya tidak cukup dibangun berdasarkan pembagian tugas dan hierarki birokrasi, tetapi juga membutuhkan rasa saling percaya, persahabatan, dan kekeluargaan.

“Permasalahan konflik antara kepala daerah itu yang malah merusak perjalanan program visi-misi kita sendiri,” kata Rico.

Ia mencontohkan pembagian tugas yang dijalankannya bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap. Rico mengatakan, dirinya berupaya mengakomodasi gagasan dan inisiatif wakil wali kota agar program yang telah direncanakan dapat terlaksana.

Menurut dia, kepala daerah dan wakilnya memiliki jejaring serta peran yang dapat saling melengkapi. Karena itu, komunikasi dan dukungan antarkeduanya diperlukan agar pekerjaan pemerintahan berjalan efektif.

“Tujuan kita itu kan bukan untuk diri kita, tujuan kita adalah untuk masyarakat kita yang kita pimpin,” ujarnya.

Rico berharap pertemuan Aswakada dapat memperkuat komunikasi dan sinergi antara kepala daerah dan wakilnya di Sumatera Utara sehingga program pembangunan dapat berjalan maksimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap beserta Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal, serta para wakil wali kota dan wakil bupati se-Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Sugiat Santoso menyoroti pentingnya penguatan komunikasi publik di media digital untuk menyampaikan kebijakan dan capaian pemerintah secara utuh kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian nasional melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi, termasuk mengurangi ketergantungan pada impor. Di bidang sosial dan pendidikan, Sugiat menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu berjalan seiring dengan peningkatan sarana pendidikan, renovasi sekolah, serta perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *