Kesehatan

Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Sri Rezeki Dorong Kesiapan PJJ dan Sinergi Lintas Instansi

MEDAN, beritapasti.id – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki, AMd., mendukung penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila kondisi kabut asap di Kota Medan semakin membahayakan kesehatan siswa. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut disiapkan secara matang dan tidak menambah beban orang tua.

Menurut Sri Rezeki, dampak kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diantisipasi secara serius, terutama karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, penerapan PJJ harus mempertimbangkan kesiapan setiap keluarga, termasuk ketersediaan perangkat digital dan kuota internet.

“Sekolah membutuhkan persiapan matang karena kesiapan kuota internet maupun kepemilikan gawai, seperti ponsel pintar dan laptop, berbeda-beda pada setiap keluarga. Jangan sampai kebijakan ini justru membebani orang tua siswa,” ujar Sri Rezeki, Kamis (15/10/2026).

Ia menilai, jika pembelajaran tatap muka harus dihentikan sementara, pemerintah perlu memastikan proses belajar tetap berjalan dan capaian kurikulum tidak terganggu. Pelaksanaannya juga harus mengikuti ketentuan serta pedoman yang berlaku.

Sri Rezeki berharap penghentian sementara aktivitas belajar di sekolah, apabila diperlukan, tidak berlangsung berkepanjangan. Ia meminta pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Medan memperkuat koordinasi untuk menangani persoalan kabut asap hingga ke sumbernya.

Selain sektor pendidikan, Sri Rezeki menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam melindungi kesehatan masyarakat. Ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan Kota Medan untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap warga.

Dinas Kesehatan, khususnya, diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan lanjut usia.

“Dinas Kesehatan harus memantau perkembangan kabut asap setiap hari. Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara masif, termasuk mengenai cara menjaga kesehatan di tengah paparan asap. Pembagian masker di titik-titik publik dan kesiapan puskesmas serta fasilitas kesehatan juga perlu diperhatikan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Medan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3.5/9753 yang mengatur kewajiban penggunaan masker dan larangan aktivitas di luar ruangan bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, menyatakan pihaknya belum berencana meliburkan sekolah. Pemerintah kota masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum mengambil langkah lebih lanjut. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *