MEDAN, beritapasti.id – Pemko Medan terus menggenjot pembangunan dan penataan infrastruktur serta estetika kota di sejumlah ruas jalan utama. Salah satu program yang tengah dikebut adalah migrasi Kabel Udara (KU) ke Kabel Tanah (KT) untuk menata jaringan utilitas sekaligus membebaskan langit Kota Medan dari kabel serat optik yang semrawut.
Berdasarkan data Update Migrasi KU-KT Tahun 2025–2026, Pemko Medan menargetkan penataan jaringan bawah tanah pada 16 ruas jalan utama dengan total panjang mencapai 33.010 meter atau sekitar 33,01 kilometer.
Sejumlah ruas jalan telah menunjukkan progres signifikan. Beberapa koridor strategis bahkan telah rampung 100 persen, di antaranya Jalan GM Panggabean dan kawasan Stadion Teladan sepanjang 1.400 meter, Jalan Dr Mansyur Tahap I sepanjang 1.100 meter, Jalan Kejaksaan, Candi Borobudur dan Candi Mendut sepanjang 1.200 meter, Jalan Zainul Arifin 1.100 meter, serta Jalan Ir H Juanda sepanjang 1.283 meter.
Sementara itu, sejumlah ruas lainnya telah memasuki tahap akhir pengerjaan dengan progres 85 hingga 95 persen. Di antaranya Jalan Kapt Maulana Lubis dan Imam Bonjol mencapai 95 persen, Jalan Kapten Muslim dan Gaperta 90 persen, Jalan Karya Wisata 90 persen, serta Jalan Bhayangkara 85 persen.
Adapun pekerjaan yang masih berlangsung antara lain di Jalan Brigjend Katamso dan Zein Hamid sepanjang 5.000 meter, Jalan Jamin Ginting 3.830 meter, Jalan Pattimura dan S Parman 3.000 meter, Jalan HM Yamin 1.760 meter, Jalan Mongonsidi–Terusan Juanda 1.500 meter, Jalan Dr Mansyur lanjutan 1.100 meter, serta Jalan Merak Jingga 987 meter. Pengerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Pemko Medan menyadari proses pembangunan dan penataan jaringan utilitas dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, terutama akibat pekerjaan galian, pemasangan jaringan bawah tanah, relokasi kabel hingga penataan kembali badan jalan.
Pemko Medan pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan mobilitas yang mungkin terjadi selama pekerjaan berlangsung.
“Pemko Medan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Medan atas ketidaknyamanan lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung. Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan Kota Medan yang lebih rapi, indah dan aman dari bahaya kabel yang berada di atas,” ungkapnya.
Pemko Medan mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan tersebut dengan tetap bersabar selama pekerjaan berlangsung. Penataan jaringan utilitas diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika kota, tetapi juga menciptakan lingkungan jalan yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat. (bp-03)




