Daerah

Pemko Tebing Tinggi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Gerakan Tanam Bawang Merah

TEBING TINGGI, beritapasti.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi terus mengintensifkan upaya pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebing Tinggi, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para petani dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama terhadap komoditas pangan yang berpengaruh besar terhadap pergerakan harga, termasuk bawang merah.

“Melalui TPID, kami terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok serta menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga. Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena berkontribusi terhadap inflasi,” ujar Iman Irdian Saragih.

Ia juga mengapresiasi dukungan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang telah membantu pengembangan budidaya bawang merah melalui pemberian sarana produksi kepada kelompok tani.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan petani menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kerja sama yang baik harus terus diperkuat agar program pengendalian inflasi ini tidak hanya berdampak dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Iboy Hutapea, menjelaskan bahwa Kelurahan Mekar Sentosa merupakan salah satu kawasan pertanian produktif yang mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari padi, cabai merah, bawang merah hingga beragam jenis sayuran.

Ia menyebutkan, luas areal persawahan yang telah ditanami pada musim tanam tahun ini mencapai 791 hektare. Adapun Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah dilakukan di lahan seluas dua hektare milik Kelompok Tani Sumber Rezeki.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak petani membudidayakan bawang merah. Selain membantu menjaga pasokan, komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik bagi petani,” ujar Iboy.

Meski demikian, ia mengakui petani masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya produksi seperti kebutuhan bibit, pupuk, pestisida, dan sarana produksi lainnya. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung program pengendalian inflasi daerah melalui berbagai intervensi dan penguatan kapasitas pemerintah daerah.

Menurutnya, kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemko Tebing Tinggi selama ini telah diwujudkan melalui berbagai program, antara lain pengembangan kelompok tani cabai merah, peluncuran Toko Pemantau Inflasi (Topis), hingga pelatihan sistem peringatan dini (early warning system) untuk pemantauan harga pangan.

“Inflasi yang terkendali merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami terus mendukung berbagai upaya pengendalian inflasi, termasuk penguatan pasokan pangan dan peningkatan kapasitas pemantauan harga,” jelas Tutut.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan bantuan stimulan berupa bibit cabai merah kepada kelompok tani. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang merah secara simbolis bersama unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, perangkat daerah, dan para petani.

Gerakan tanam serentak ini diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah lokal, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi yang berkelanjutan di Kota Tebing Tinggi. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *