Medan

Soroti Konflik Belawan, Hadi Suhendra Desak Penindakan dan Perhatian Serius Pemerintah

MEDAN – Wakil Ketua DPRD Medan, H. Hadi Suhendra, menilai kerusuhan yang terus terjadi di kawasan Belawan dipicu oleh kemiskinan ekstrem dan kurangnya perhatian serius dari Pemko Medan.

“Kerusuhan ini bukan hanya soal tawuran. Ini cerminan dari kemiskinan dan pengangguran yang sudah akut. Pemko Medan harus segera hadir untuk menyelesaikan persoalan dari akarnya,” ujar Hadi Suhendra kepada wartawan, Selasa (22/4).

Ia mengatakan, warga Belawan, khususnya anak-anak muda, banyak yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan pendidikan yang memadai. Hal itu membuat mereka rentan terlibat dalam konflik sosial.

Menurutnya, solusi tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Pemerintah harus menggandeng dunia usaha untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat, serta serius membina anak-anak muda melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan.

“Ribuan perusahaan ada di Medan Utara, tapi warga lokal tidak terserap. Di sinilah peran Pemko harus nyata. Jangan hanya hadir saat konflik sudah besar,” tegasnya.

Hadi juga menyoroti masih adanya pelaku kerusuhan yang berusia di bawah 15 tahun. Ia menyebut hal ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap pendidikan dasar dan pembinaan karakter.

“Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Tenaga Kerja harus segera turun, petakan masalahnya, dan tangani secara terpadu. Ini bukan sekadar soal hukum, tapi soal masa depan generasi muda,” ungkapnya.

Meski begitu, Hadi tetap menegaskan pentingnya tindakan tegas dari Kepolisian. Ia mendesak agar pelaku kerusuhan ditangkap dan diproses hukum.

“Koordinasi dengan Kepling, jemput langsung pelaku dari rumahnya. Orang tua juga harus mendukung, bukan malah menutupi. Ini demi pembinaan dan efek jera,” tegasnya.

Sebagai wakil dari Dapil 2 Medan Utara, Hadi menegaskan akan terus mendorong penyelesaian konflik Belawan secara menyeluruh dan berkeadilan. (Bp-Ki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *