MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi jajaran manajemen Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Kamis (18/6/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, terutama terkait pembiayaan inklusif bagi masyarakat serta penguatan ekosistem digital untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Dalam audiensi tersebut hadir Pimpinan BJB Cabang Medan Deden Sembada dan Pimpinan Group Kredit Retail BJB Mut Mainah. Pertemuan berlangsung hangat dengan fokus pembahasan pada program-program perbankan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Medan.
Pimpinan BJB Cabang Medan, Deden Sembada, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Medan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sejak hadir di Kota Medan pada 2010, BJB terus berupaya menghadirkan layanan dan produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami baru berjalan satu bulan dalam mematangkan sinergi baru ini. Fokus utama kami adalah meningkatkan penyaluran kredit yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan kredit bagi ASN hingga sektor retail,” ujar Deden.
Sementara itu, Pimpinan Group Kredit Retail BJB, Mut Mainah, menjelaskan bahwa sebagai bank daerah yang telah melantai di bursa saham, BJB memiliki fleksibilitas untuk menghadirkan berbagai produk pembiayaan yang inovatif dan inklusif. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Kredit Usaha Rakyat untuk Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI).
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membantu calon pekerja migran yang kerap terkendala biaya pelatihan maupun keberangkatan ke luar negeri.
“Kami memahami salah satu kendala terbesar calon PMI adalah modal awal. Melalui KUR PMI, BJB hadir untuk mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman tidak resmi atau praktik percaloan. Kami siap menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota dengan berkoordinasi bersama Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan lembaga pelatihan kerja agar penyalurannya tepat sasaran,” kata Mut Mainah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menyambut baik program pembiayaan KUR PMI yang dinilai mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri namun terkendala biaya.
“Kami sangat tertarik dengan program pembiayaan KUR PMI ini. Program ini dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), tetapi menghadapi keterbatasan finansial,” ujar Rico Waas.
Rico juga meminta agar BJB segera berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan guna menyusun langkah teknis pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Rico Waas yang didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Mansyursyah, Kepala Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi, serta Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Suluh Aulia Harahap, turut mengapresiasi langkah agresif BJB dalam memperluas layanan dan jaringan bisnis di Kota Medan.
Menurutnya, meskipun Pemko Medan memiliki komitmen kuat bersama Bank Sumut sebagai bank daerah utama, pihaknya tetap terbuka terhadap berbagai program inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Dalam pengelolaan perbankan, langkah agresif yang dilakukan BJB merupakan hal yang positif. Walaupun komitmen utama kami tetap bersama Bank Sumut, kami terbuka terhadap berbagai program inklusif yang dapat menguntungkan masyarakat maupun pelaku usaha di Kota Medan,” katanya.
Selain membahas peluang kerja sama pembiayaan, Rico Waas juga memperkenalkan inovasi digital milik Pemerintah Kota Medan, yakni aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization).
Qresto merupakan sistem pembayaran pajak daerah berbasis split bill atau pemisahan tagihan secara real-time yang pertama diterapkan di Indonesia. Melalui sistem tersebut, pembayaran makanan dan pajak restoran, kafe, maupun hotel dipisahkan secara otomatis, sehingga penerimaan pajak langsung masuk ke kas daerah pada saat transaksi berlangsung.
Rico berharap Bank BJB dapat menjadi bagian dari ekosistem digital Qresto guna mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah di Kota Medan. (bp-03)



