MEDAN, beritapasti.id – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, menyoroti pelantikan 69 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang dilakukan Wali Kota Medan. Ia menegaskan agar proses mutasi dan promosi jabatan tidak dimaknai sekadar pergantian posisi, tetapi harus benar-benar berbasis kinerja dan peningkatan pelayanan publik.
Syaiful mengatakan, pejabat yang dilantik harus memiliki kompetensi yang memadai, memahami tugas pokok dan fungsi, serta mampu menguasai wilayah kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
“Pelantikan jabatan tidak boleh hanya menjadi rutinitas atau sekadar bagi-bagi posisi. Pejabat yang dilantik harus benar-benar siap bekerja, paham tugasnya, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia menilai, hingga saat ini masyarakat belum melihat perubahan yang signifikan dalam berbagai sektor pelayanan maupun pembangunan di Kota Medan.
Menurutnya, masih banyak persoalan yang menjadi perhatian publik, mulai dari genangan air di sejumlah titik saat hujan, persoalan keamanan dan kriminalitas, pelayanan publik yang belum maksimal, hingga masalah parkir yang belum tertata dengan baik. Selain itu, layanan kesehatan di tingkat puskesmas juga dinilai masih perlu pembenahan.
“Masih banyak persoalan yang dirasakan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kinerja perangkat daerah harus terus diperkuat dan dievaluasi,” katanya.
Syaiful berharap pejabat yang baru dilantik dapat bekerja lebih profesional, responsif, dan fokus pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jabatan itu amanah, bukan sekadar kedudukan. Harus dibuktikan dengan kerja nyata,” tegasnya.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan itu juga menyinggung Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Wali Kota Medan Tahun Anggaran 2025 yang mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp500 miliar. Menurutnya, angka tersebut menjadi indikasi masih belum optimalnya pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.
“SiLPA yang cukup besar menunjukkan masih ada program yang belum berjalan maksimal. Ini harus menjadi evaluasi serius,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar seluruh pejabat yang baru dilantik mampu mendukung Wali Kota Medan dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kota.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah perubahan nyata, bukan sekadar pergantian jabatan,” pungkasnya. (bp-03)




