MEDAN, beritapasti.id – Banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 menjadi peringatan serius bagi upaya mitigasi bencana di kota ini. Menyikapi hal itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, berencana membentuk UPT BPBD di wilayah rawan banjir serta menambah relawan tanggap bencana.
Langkah ini mendapat dukungan dari DPRD Medan. Anggota DPRD, Ahmad Afandi Harahap, menyebut penguatan BPBD sangat penting karena keterbatasan personel sebelumnya menyulitkan penanganan bencana di 21 kecamatan, 151 kelurahan, dan 2.001 lingkungan.
“BPBD perlu diperkuat, baik SDM, peralatan, maupun kesiapsiagaan di seluruh wilayah. Mitigasi banjir harus komprehensif hingga tingkat kepling,” ujar Afandi.
Selain itu, Afandi menekankan pentingnya layanan konseling bagi warga terdampak banjir. Banyak warga mengalami trauma dan kecemasan saat hujan turun, yang berdampak pada kesehatan mental mereka.
“Pemko Medan harus menyiapkan pusat konseling untuk membantu warga pulih secara psikologis pasca-banjir,” tegas Afandi. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Medan tidak hanya pulih secara fisik tetapi juga mental dari dampak bencana. (bp-03)




