Medan

Pemko Medan Siapkan 200 Lokasi Pengungsian untuk Antisipasi Banjir

MEDAN, beritapasti.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menginventarisasi lebih dari 200 lokasi pengungsian sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir pada musim hujan. Setiap lokasi telah dilengkapi data penanggung jawab dan nomor kontak untuk mempercepat koordinasi apabila warga harus dievakuasi.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, pendataan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Selain menyiapkan tempat pengungsian, Pemko Medan juga meningkatkan koordinasi lintas instansi, menyiagakan personel, serta melakukan pembersihan saluran drainase.

Menurut Rico, langkah antisipasi itu diperkuat setelah banjir melanda empat kecamatan di Kota Medan. Saat kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparatur kewilayahan langsung disiagakan, terutama di kawasan permukiman yang berada dekat aliran sungai.

Penanganan awal dilakukan melalui evakuasi warga dan penyaluran bantuan pangan sementara bagi masyarakat yang terdampak.

“Intinya sudah mulai bagus. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sudah bisa ready. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kesiapan kita,” kata Rico seusai melantik Erisda Hutasoit sebagai Sekretaris DPRD Medan di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, BPBD juga telah melaksanakan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Di sisi lain, upaya mengurangi risiko banjir dilakukan melalui pemeliharaan dan pembersihan saluran drainase. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terus melakukan pembersihan agar aliran air tetap lancar ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Rico menilai, kondisi cuaca yang tidak menentu mengharuskan seluruh perangkat daerah meningkatkan kewaspadaan. Karena itu, koordinasi juga dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi terkait, seperti Balai Wilayah Sungai (BWS), BMKG, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Kejaksaan, relawan, serta unsur kedokteran.

Pemko Medan juga berencana menggelar pertemuan dengan para pimpinan rumah sakit untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis saat kondisi darurat dapat segera memperoleh penanganan.

Rico mengingatkan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat diperlukan, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas ketika terjadi kondisi darurat.

Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh potensi banjir, terlebih pada penghujung tahun ketika curah hujan diperkirakan meningkat. Peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG selama periode 23-30 Oktober 2026 juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Lebih baik kita prepare, lebih baik kita waspada tinggi dibanding dianggap merasa biasa-biasa. Jadi memang harus memantau terus,” tegasnya.

Terkait kesiapan pengungsian, Rico memastikan lebih dari 200 lokasi yang telah didata mempunyai penanggung jawab masing-masing. Data tersebut mencakup nama petugas dan nomor kontak yang dapat dihubungi untuk memudahkan koordinasi.

Dengan sistem pendataan tersebut, Pemko Medan diharapkan dapat memantau kesiapan setiap lokasi, memperkirakan kebutuhan pengungsi, serta mempercepat distribusi bantuan apabila banjir kembali terjadi.

Pemko Medan berharap berbagai langkah antisipasi tersebut dapat meminimalkan risiko dan dampak banjir, sekaligus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *