Medan

Dari Sampah hingga AI, Rico Waas Dorong Mahasiswa Politeknik Ciptakan Inovasi

MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia menjadikan kampus sebagai ruang untuk melakukan riset dan melahirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Rico, mahasiswa politeknik yang terbiasa dengan pembelajaran berbasis praktik memiliki peluang besar untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Rico saat menjamu peserta Musyawarah Nasional (Munas) Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia (FKMPI) XXVII di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (17/9/2026) malam.

Jamuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal FKMPI Muhammad Iqbaal, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Medan Muhammad Ahmad Arya Attallah, Ketua Pelaksana Munas FKMPI Moreno Aulya Septyawan, para asisten dan pimpinan perangkat daerah Pemko Medan, serta seluruh peserta Munas FKMPI XXVII.

Dalam suasana akrab, Rico menyapa para delegasi mahasiswa yang datang dari berbagai daerah, di antaranya Padang, Pontianak, Surabaya, Lhokseumawe, Semarang, Bali, Ketapang, Kupang, Batam, Jakarta Timur, Jember, Riau, Madiun, Payakumbuh, Palembang hingga Medan.

Rico mengatakan berbagai persoalan perkotaan, mulai dari kemacetan, sampah, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan hingga mitigasi bencana, membutuhkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa politeknik tidak hanya menguasai teori, tetapi juga aktif melakukan riset dan mengembangkan solusi berdasarkan persoalan yang ada di tengah masyarakat.

“Ini inkubasinya yang terbaik adalah di dalam dunia kampus, di mana kita belajar, melakukan riset dan menciptakan solusi di sana,” ujar Rico.

Ia kemudian mencontohkan persoalan persampahan yang masih menjadi salah satu tantangan Kota Medan. Menurutnya, produksi sampah di Kota Medan mencapai lebih dari 1.500 ton per hari sehingga membutuhkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk upaya pengurangan dan pemilahan sampah.

Rico mengatakan Pemko Medan juga tengah menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Terjun.

Program tersebut ditargetkan mulai dikick-off pada akhir 2026 dan diharapkan dapat diluncurkan pada akhir 2027.

Selain persoalan persampahan, Rico juga mengingatkan mahasiswa agar mengikuti perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan telah masuk ke berbagai sektor, termasuk kesehatan, ekonomi dan pelayanan publik.

“Sekarang siapkan diri, siapkan materi pembelajarannya, dan apa yang harus dilakukan. Bagaimana memfasilitasi artificial intelligence tadi ke dalam program-program terbaru,” katanya.

Rico menambahkan, Pemko Medan saat ini juga mengembangkan sistem informasi satu data yang diharapkan dapat membantu memetakan berbagai persoalan sekaligus potensi Kota Medan secara lebih terukur.

Data tersebut, kata dia, nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam melihat kebutuhan dan permasalahan kota sehingga kebijakan serta program yang disusun dapat lebih tepat sasaran.

Di hadapan peserta Munas FKMPI XXVII, Rico juga berharap forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi mampu menghasilkan pengalaman, pengetahuan dan gagasan yang dapat dibawa pulang oleh para peserta ke daerah masing-masing.

“Jangan nanti kopi sudah habis, sate Padang sudah habis, durian sudah tersisa tinggal biji-bijinya, Bika Ambon sudah tidak ada lagi, tapi bawa pulangnya tidak ada yang dibawa pulang,” kata Rico disambut suasana akrab para peserta.

Ia berharap mahasiswa membawa pulang wawasan dan motivasi dari pertemuan tersebut untuk mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah masing-masing. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *