MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan Medan Corpu Smart, platform pembelajaran digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Senin (7/9/2026).
Sebanyak 654 ASN mengikuti pembelajaran tahap awal secara hibrid, terdiri dari 99 ASN hadir langsung di Assessment Center Lantai V MPP Medan dan 555 ASN mengikuti secara daring.
Peluncuran ditandai penekanan tombol dan penandatanganan komitmen bersama. Didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Rico menegaskan Medan Corpu Smart tidak boleh sekadar menjadi sistem pembelajaran, tetapi harus mampu mengubah pola kerja dan meningkatkan profesionalisme ASN.
“Medan Corpu Smart tidak hanya kita bangun sebagai sistem pembelajaran ASN pada masa sekarang, tetapi kami berharap ini dapat mentransformasi pola kerja kita ke depannya. Ini bukan hanya dipakai satu atau dua tahun, tetapi untuk selamanya,” ujar Rico.
Menurutnya, peningkatan kompetensi ASN harus dibarengi kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Pembelajaran bersama juga diperlukan agar ASN memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Rico mencontohkan penanganan bencana yang membutuhkan pemahaman dasar bersama, mulai dari penanganan, pengelolaan logistik dan anggaran, distribusi bantuan hingga pertanggungjawaban. Karena itu, modul pembelajaran di Medan Corpu Smart diharapkan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pemerintahan.
“Belajar adalah hal yang baik untuk meningkatkan kualitas diri. Tentu ada kaitannya dengan jenjang karier, tetapi jenjang karier harus dibarengi dengan kapasitas dan hasil kerja. Tidak mungkin seseorang naik jabatan tanpa memiliki kapasitas,” tegasnya.
Kepala BKPSDM Medan Subhan Fajri Harahap mengatakan Medan Corpu Smart dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran ASN berbasis Learning Management System (LMS) yang menyediakan learning path, modul digital, evaluasi, pemantauan progres hingga sertifikat pelatihan digital.
Pada tahap awal, 654 ASN yang mengikuti program berasal dari perangkat daerah terkait penanggulangan bencana, serta camat dan lurah di wilayah yang memiliki potensi bencana tinggi. Mereka mengikuti pelatihan Kepemimpinan Adaptif dalam Penanggulangan Bencana dan Mewujudkan Resiliensi Daerah Medan.
Subhan menambahkan, seluruh ASN Pemko Medan dapat mengikuti pembelajaran tersebut tanpa biaya. Penggunaan LMS diperkirakan menghemat biaya operasional sekitar Rp1,5 miliar per tahun dan meningkatkan produktivitas sekitar Rp600 juta, sehingga total valuasi ekonomi mencapai sekitar Rp2,1 miliar per tahun.
Sertifikat pelatihan juga dapat terintegrasi dengan Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) dan menjadi bagian dari data pengembangan kompetensi dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta.
Untuk menjaga keberlanjutan program, komitmen bersama ditandatangani Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kepala Bappeda, Kepala BKPSDM, serta Plt. Kepala BKAD. BKPSDM juga menandatangani MoU peningkatan kompetensi ASN dengan BPBD, Dinas SDABMBK, Dinas Damkarmat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP.
Kepala Kantor Regional VI BKN Janry Haposan U.P. Simanungkalit mengapresiasi peluncuran Medan Corpu Smart. Menurutnya, platform tersebut menjadi langkah maju dalam mengembangkan kompetensi dan profesionalisme ASN sesuai kebutuhan strategis organisasi.
Ia berharap Medan Corpu Smart tidak hanya menjadi sarana pelatihan, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya kerja ASN yang terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (bp-03)




