Hukum/Kriminal Nasional

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Sempat Berkomunikasi dengan WN Jerman Bos “Kampung Rusia”

JAKARTA, beritapasti.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya komunikasi antara eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim dengan warga negara Jerman bernama Andrej Frey, yang dikenal sebagai pengelola PARQ Ubud atau “Kampung Rusia” di Bali.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Taufik Ahmad Husein, mengatakan informasi tersebut saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik KPK.

“Andrej Frey ya, orang Jerman ya. Memang ada informasi itu dan sedang dikembangkan oleh penyidik,” kata Taufik di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Taufik menyebut pihaknya masih mendalami apakah komunikasi tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan yang sedang diselidiki dalam perkara yang menjerat Silmy Karim.

“Apakah itu masuk dalam modus pemerasan yang dilakukan oleh SK, itu akan dikembangkan dalam proses penyidikan yang sedang berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Andrej Frey diketahui telah ditangkap oleh Polda Bali pada Januari 2025 terkait kasus alih fungsi lahan pertanian di kawasan Ubud. Ia merupakan direktur di sejumlah perusahaan yang mengelola kawasan tersebut.

Kasus itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran alih fungsi lahan pertanian dan sawah yang dilindungi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Sementara itu, Silmy Karim telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Ditjen Imigrasi. Selain Silmy, terdapat tujuh tersangka lain dalam perkara tersebut.

KPK juga menyebut telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang dalam bentuk valuta asing, logam mulia, serta beberapa kendaraan yang diduga terkait perkara.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh KPK untuk menelusuri aliran dana serta pihak-pihak yang terlibat. (bp-net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *