MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk menata kabel udara yang semrawut menjadi kabel bawah tanah guna memperindah wajah Kota Medan.
Penegasan tersebut disampaikan saat ia menerima audiensi dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Sumatera Utara di Balai Kota, Selasa (7/4/2026).
Didampingi Kepala Dinas Kominfo Arrahmaan Pane, Plt Kepala Dinas Perhubungan Suriono, serta Plt Kepala Dinas SDABMBK Ferri Ichsan, Rico Waas menekankan pentingnya penataan kabel di sepanjang ruas jalan agar ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini tampak lebih rapi, estetis, dan nyaman.
“Kita tahu bagaimana kondisi kabel di Kota Medan saat ini. Ke depan, kalau bisa tidak ada lagi kabel udara. Kota Medan akan jauh lebih cantik dan estetik tanpa kabel yang semrawut,” ujar Rico Waas.
Menurutnya, momentum ini semakin penting karena Kota Medan akan menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang akan digelar pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Ia berharap ajang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai langkah transformasi kota, termasuk dalam penataan infrastruktur kabel.
“Perhelatan besar ini harus menjadi momentum transformasi agar Medan bisa menjadi contoh bagi kota lain,” tambahnya.
Salah satu poin penting yang ia tekankan adalah perlunya koordinasi yang baik dan efisien dalam pelaksanaan pekerjaan. Ia mengingatkan agar pemasangan kabel bawah tanah dilakukan bersamaan dengan pembangunan trotoar oleh Dinas SDABMBK, sehingga tidak terjadi pembongkaran ulang.
“Saya tidak mau pekerjaan dilakukan dua kali. Ketika trotoar dibangun, jangan dibongkar lagi hanya untuk menanam kabel. Harus ada komitmen bersama agar kota ini tidak kembali semrawut,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Apjatel Sumut, Jimmy Aswin Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan, khususnya Dinas SDABMBK, dalam penataan kabel menjadi sistem bawah tanah sebagai bagian dari transformasi digital.
Ia menyebutkan bahwa beberapa kawasan di Kota Medan saat ini sudah bebas dari kabel udara, seperti kawasan Kesawan, Jalan Dr. Mansyur, Jalan Juanda, dan Jalan Zainul Arifin.
“Hingga April 2026, penataan ditargetkan mencakup hampir 20 ruas jalan. Secara keseluruhan, sekitar 25 ruas jalan akan dikerjakan sepanjang tahun ini, termasuk Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura, Jalan S. Parman, serta ruas jalan lainnya di Kota Medan,” pungkasnya. (bp-03)




