Medan

SMAN 3 Medan: Dari Prestasi Lokal ke Kesempatan Internasional

MEDAN, beritapasti.id – Bagi murid-murid SMAN 3 Medan, motivasi utama tidak lagi sekadar menembus UGM, ITB, UI, USU, atau universitas negeri lainnya. Saat ini, mereka tengah menatap mimpi yang lebih tinggi: ‘go internasional’.

Langkah menuju jenjang internasional ini didukung penuh oleh Kepala Sekolah, Susianto SPd MSi, yang memiliki pengalaman memimpin lembaga pendidikan di luar negeri. Berbekal pengalaman tersebut, Susianto membuka jalur internasional bagi siswa-siswanya. Bahkan, lima siswa SMAN 3 Medan telah mendapatkan beasiswa penuh ke luar negeri, tiga ke China dan dua ke Malaysia.

“Mulai dari keberangkatan, biaya hidup, uang kuliah, hingga uang saku, semuanya ditanggung. Saat ini kami juga tengah menggalang kerja sama dengan Turki dan Singapura agar anak-anak mendapatkan wawasan internasional,” ujar Susianto saat berdialog dengan wartawan Wardiksu di ruangannya, Rabu (4/2).

Susianto, yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di KBRI Thailand, menekankan pentingnya membangun wawasan global bagi siswa. “Saya buat slogan berwawasan global. Prestasi lokal penting, tapi kita harus ‘terbang tinggi’. Kompetisi kita bukan hanya di Indonesia, tapi di tingkat internasional,” jelasnya.

Baru-baru ini, perwakilan yayasan beasiswa dari Jepang juga mengunjungi SMAN 3 Medan. “Mereka tertarik membuka jalur seleksi di sini. Tahun ini, kami optimistis akan ada siswa yang lolos ke Jepang,” tambah Susianto.

Menurut Susianto, salah satu kunci keberhasilan SMAN 3 Medan adalah strategi akademik yang terstruktur. Sekolah menyiapkan program khusus bagi siswa berprestasi serta membekali guru-guru yang kompeten.

Siswa dibagi menjadi tiga kelompok utama: akademik bagi siswa berprestasi, sekolah kedinasan bagi siswa berpotensi masuk TNI, Polri, atau sekolah kedinasan lainnya, serta wirausaha atau humaniora bagi siswa dengan minat di bidang humaniora dan kewirausahaan. Pengelompokan ini bersifat fleksibel, dimulai dengan psikotes pada semester pertama untuk menilai bakat dan minat siswa, kemudian terus diamati melalui nilai rapor dan prestasi lainnya.

Siswa dapat berpindah kelompok sesuai perkembangan kemampuan dan prestasi mereka. Misalnya, siswa yang awalnya masuk kelompok sekolah kedinasan, tapi kemudian menunjukkan prestasi akademik tinggi, bisa bergeser ke kelompok akademik, dan sebaliknya. “Kami hanya memberikan alur agar proses pengembangan siswa lebih terarah dan dinamis. Strategi ini terbukti efektif,” tegas Susianto.

Kepala sekolah juga menyoroti prestasi SMAN 3 Medan di jalur undangan. Setiap tahunnya, jumlah siswa yang lulus jalur undangan termasuk terbesar di Kota Medan. “Di UGM saja, rata-rata 23–25 siswa per tahun; UNDIP 2 siswa; IPB 4 siswa; USU 17 siswa. Sekitar 60–65 persen lulusan menempuh pendidikan di Pulau Jawa, sisanya di Sumatera Utara,” ungkapnya.

“Semua ini berkat strategi pendampingan, pengelompokan guru, dan arahan yang kami berikan kepada siswa. Evaluasi terus dilakukan agar keberhasilan ini meningkat setiap tahun,” tutup Susianto. (bp-03)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *