TAPANULI SELATAN, beritapasti.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kamis (5/2).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Huntara tersebut disiapkan sebagai solusi darurat bagi masyarakat yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana alam yang terjadi beberapa bulan lalu.
Dalam sambutannya, Tito menegaskan bahwa bantuan pemerintah pusat tidak hanya difokuskan di Sumatera Utara, tetapi juga mencakup wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Barat.
Pemerintah pusat, kata Tito, telah menyiapkan skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat.
“Pemerintah daerah kabupaten/kota harus melakukan pendataan dan validasi secara transparan terhadap penerima bantuan. Ini adalah uang negara, sehingga harus tepat sasaran,” tegas Tito.
Selain meresmikan Huntara, Mendagri juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga yang memilih tinggal di rumah kontrakan. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, ditambah uang lauk pauk Rp15 ribu per hari per orang.
Sementara itu, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam percepatan penanganan pascabencana.
Sejak akhir November 2025, Bobby telah turun langsung ke lokasi pengungsian dan menjadikan rehabilitasi serta rekonstruksi sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
Dengan tersedianya Huntara dan bantuan DTH, pemerintah berharap warga terdampak bencana dapat segera kembali menata kehidupan mereka sembari menunggu pembangunan hunian tetap melalui BNPB atau Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. (bp-03/net)




