MEDAN – Lurah Beringin, Irwansyah, memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial dan menampilkan Kantor Kelurahan Beringin tampak kosong pada jam kerja, Selasa (22/4) siang. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena saat video direkam, dirinya sedang berada di lantai II kantor.
“Itu tidak benar. Dari pagi hingga pukul 12.00 WIB saya berada di lantai I. Kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB saya naik ke lantai II untuk salat Zuhur. Sekitar pukul 13.30 WIB, saya bertemu dengan Kasi Pemerintahan, Ibu Florence Tarigan, untuk membahas data perumahan di wilayah Kelurahan Beringin,” jelas Irwansyah saat ditemui di Kecamatan Medan Selayang, Rabu (23/4).
Ia juga mengungkapkan bahwa pada pukul 13.35 WIB terdengar suara keributan kecil dari lantai bawah. “Saya dan Bu Florence segera turun. Ternyata ada seorang calon kepala lingkungan yang datang untuk meminta format sanggahan dalam pemilihan kepala lingkungan. Dia mengira kantor kosong, lalu memvideokan dan mengunggahnya ke media sosial,” jelasnya. Irwansyah menambahkan, ruangan kerjanya memang terletak di lantai II.
Lebih lanjut, Irwansyah menjelaskan bahwa saat ini Kelurahan Beringin tengah menjalani proses pemilihan kepala lingkungan yang sudah memasuki tahap akhir dengan dua calon bersaing, salah satunya Kepala Lingkungan 6, Arfa Halimatusadiah.
“Beliau datang meminta format sanggahan, saya sampaikan tidak ada format baku, silakan dibuat sendiri. Setelah itu, video diviralkan. Informasinya, yang mengambil video adalah anak dari calon kepala lingkungan tersebut,” tambahnya.
Irwansyah juga menegaskan bahwa lantai I tidak sepenuhnya kosong saat itu. “Kepala Lingkungan I, Pak Guritno, sedang bertugas di posko lantai I. Selain itu ada juga petugas kebersihan. Hanya saja, empat pegawai yang biasanya di lantai I sedang istirahat makan siang bergantian dengan Ibu Florence,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Lurah dan seluruh staf Kelurahan Beringin.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan kantor tidak kosong. Lurah memang berada di lantai II, sementara pegawai lainnya bergiliran istirahat. Ini adalah sistem bergantian agar pelayanan tetap berjalan saat jam istirahat siang. Semua ini sudah dicatat dalam berita acara,” terang Husnul.
Ia menegaskan, pihak kecamatan terus mengingatkan seluruh jajaran kelurahan agar pelayanan publik tidak boleh berhenti. “Setiap hari ada apel pagi dan sore. Pelayanan tidak boleh ada jeda. Sistemnya tinggal dibagi petugasnya saja saat jam istirahat,” tutupnya. (Bp-Ki)




