MEDAN, beritapasti.id – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki, A.Md., mendesak Pemerintah Kota Medan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.
Sri Rezeki menilai langkah antisipasi perlu segera diperkuat, terutama menghadapi potensi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi serta kemungkinan dampak abu vulkanik yang dapat memengaruhi kualitas udara di Kota Medan.
“Kita harus belajar dari musibah masa lalu yang nyaris menenggelamkan separuh wilayah Kota Medan. Kami meminta Pemko Medan memperkuat manajemen risiko bencana dan mempercepat pemetaan serta penanggulangan titik rawan banjir hingga ancaman pohon tumbang demi menjamin keselamatan warga,” tegas Sri Rezeki, Kamis (3/9/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta program perbaikan infrastruktur dan normalisasi drainase dioptimalkan. Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Anggaran perbaikan infrastruktur dan drainase diharapkan berdampak nyata bagi masyarakat sebagai benteng utama untuk mencegah banjir. Jangan sampai terulang kembali musibah banjir besar yang pernah terjadi di kota ini,” ujarnya.
Selain ancaman banjir, Sri Rezeki turut menyoroti dampak erupsi Gunung Sinabung. Meski berada di luar wilayah Kota Medan, sebaran abu vulkanik tetap perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat apabila kualitas udara memburuk.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kota Medan dan instansi terkait menyiapkan langkah antisipasi, khususnya terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sri Rezeki juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh di tengah perubahan cuaca yang cukup ekstrem, dari panas terik pada siang hari hingga hujan lebat pada sore atau malam hari.
“Kami meminta masyarakat menggunakan masker saat berada di luar ruangan sebagai langkah perlindungan. Khusus kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi udara memburuk,” pungkasnya. (bp-03)




