MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian program prioritas yang merupakan bagian dari janji kampanye dirinya bersama Wakil Wali Kota Medan. Evaluasi tersebut digelar di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026).
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan, seluruh pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan.
Dalam arahannya, Rico menegaskan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh janji kampanye benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini bagian dari perjalanan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Janji kampanye yang kami sampaikan kepada masyarakat harus bisa diselesaikan. Karena itu, di tahun pertama ini kita lakukan evaluasi untuk memastikan seluruh program berjalan,” ujar Rico.
Ia menyampaikan, dari 24 program prioritas yang dicanangkan, sebagian besar telah berjalan dan sejumlah program bahkan telah dinyatakan terealisasi.
Beberapa di antaranya yakni bantuan bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Tahfiz, bantuan pendidikan untuk masyarakat kurang mampu, program sembako murah, PKH Medan Makmur, jaminan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas dan lansia, pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak, hingga bantuan pengobatan bagi korban tindak kriminal yang tidak tercover BPJS.
Selain itu, program senam gratis bagi masyarakat serta pelatihan pemberdayaan perempuan dari keluarga kurang mampu juga telah berjalan.
Meski demikian, Rico menilai masih terdapat sejumlah program yang perlu dipercepat agar target dapat tercapai secara optimal.
Salah satunya adalah layanan ambulans yang masih dalam tahap penguatan. Ia meminta adanya kolaborasi dengan ambulans swasta agar layanan dapat lebih cepat dan terintegrasi.
Selain itu, Rico juga menyoroti pembangunan jaringan CCTV serta penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai masih perlu percepatan realisasi.
“Pembangunan jaringan memang membutuhkan waktu, tetapi tahun depan harus meningkat. Saya minta dicari skema yang lebih efektif dan efisien agar target pemasangan CCTV dan PJU bisa lebih cepat tercapai,” tegasnya.
Program perbaikan 10.000 gang di Kota Medan juga menjadi perhatian khusus. Menurutnya, realisasi program tersebut masih di bawah 50 persen dan perlu menjadi fokus utama perangkat daerah terkait.
“Perbaikan 10.000 gang ini masih jauh dari target. Memang pekerjaan fisik berat dan membutuhkan biaya besar, tetapi harus terus dipercepat karena ini kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Rico juga menyoroti sejumlah ruas jalan kewenangan pemerintah provinsi, khususnya di kawasan Medan bagian utara, yang masih kerap dikeluhkan masyarakat. Ia meminta koordinasi terus diperkuat agar penanganan dapat segera dilakukan.
Dalam kesempatan itu, Rico menegaskan dirinya tidak menginginkan laporan yang bersifat “asal bapak senang” (ABS). Ia meminta seluruh data dan laporan disampaikan secara apa adanya.
“Saya tidak suka ABS. Jangan sampai yang disampaikan hanya angka yang terlihat indah. Lebih baik apa adanya, meskipun pahit, agar kita bisa memperbaiki,” tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi ini penting agar janji kampanye tidak hanya menjadi dokumen politik, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program yang dirasakan masyarakat.
Rico juga menyinggung target penciptaan lapangan kerja yang dinilai perlu ditingkatkan. Meski target awal 10.000 lapangan kerja telah tercapai, ia mendorong agar target tersebut dapat terus dinaikkan setiap tahun.
“Kalau perlu 10.000 lapangan kerja setiap tahun. Ini memang berat, tetapi kita harus berani memasang target lebih tinggi,” katanya.
Menutup rapat, Rico kembali menegaskan pentingnya akurasi data serta pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya tidak ingin data hanya menjadi pemanis. Program harus benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. (bp-03)




