TEBING TINGGI, beritapasti.id – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penolakan pasien. Pihak rumah sakit menegaskan tidak pernah menolak pasien, khususnya pasien dalam kondisi darurat atau membutuhkan penanganan segera.
Direktur RSUD Kumpulan Pane, Lili Marliana, menjelaskan bahwa peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut terjadi akibat miskomunikasi di lapangan, bukan karena adanya unsur penolakan pelayanan.
Menurut Lili, insiden bermula ketika petugas medis menyampaikan informasi mengenai kondisi kapasitas ruang perawatan yang saat itu sedang penuh. Penyampaian tersebut dilakukan semata-mata untuk memastikan pasien memperoleh perawatan yang layak sesuai standar medis dan keselamatan pasien.
“Petugas kami menjelaskan bahwa ruang perawatan sedang penuh. Sebagai langkah medis yang bertanggung jawab, pasien disarankan untuk dilakukan observasi sementara di Unit Gawat Darurat (UGD). Jika pihak keluarga menginginkan kenyamanan lebih, kami juga menyampaikan opsi rujukan ke rumah sakit rekanan,” ujar Lili Marliana.
Diketahui, pasien atas nama Ibu Suheli (66), warga Berohol, sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Kumpulan Pane pada pekan lalu. Pengalaman tersebut membuat pihak keluarga merasa nyaman dan berharap kembali mendapatkan pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Tebing Tinggi tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap pelayanan humanis, jajaran manajemen RSUD Kumpulan Pane secara langsung mengunjungi Ibu Suheli yang kini dirawat di RS Chevani. Kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
“Kami telah bertemu langsung dengan keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat miskomunikasi. Keselamatan dan kenyamanan pasien tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas pihak manajemen.
RSUD Kumpulan Pane juga menyadari bahwa di era digital, aspirasi masyarakat dapat dengan cepat berkembang melalui media sosial. Oleh karena itu, pihak rumah sakit menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas komunikasi, khususnya bagi petugas di lini terdepan pelayanan.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus berbenah. RSUD Kumpulan Pane berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan komunikasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat berjalan lebih efektif demi pelayanan kesehatan yang lebih baik di Kota Tebing Tinggi,” pungkasnya. (bp-03)




