MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus melestarikan warisan sejarah yang menjadi bagian dari identitas Kota Medan.
Menurut Rico, pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama.
Pesan tersebut disampaikan Rico saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Medan sekaligus meresmikan ruang doa yang telah selesai direnovasi di Jalan Diponegoro, Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Rico menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Karena itu, seluruh masyarakat perlu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kehidupan sosial di Kota Medan.
“Medan ini dibangun oleh banyak pihak. Kita hidup bersama dengan beragam suku, budaya, dan agama. Karena itu, semangat Medan untuk Semua berarti Kota Medan menjadi milik kita bersama, bukan hanya satu kelompok tertentu,” ujar Rico di hadapan jemaat dan tokoh agama yang hadir.
Ia juga mengajak para pemuka agama dan pengelola rumah ibadah terus mengambil peran dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis melalui pelayanan keagamaan, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas positif.
Rico mengatakan, Pemerintah Kota Medan terbuka untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tokoh agama maupun organisasi keagamaan guna mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut dia, rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat menjalankan kegiatan spiritual, tetapi juga dapat berperan dalam memperkuat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Selain menyoroti pentingnya kerukunan, Rico juga mengapresiasi upaya pengurus GPIB Immanuel dalam merawat bangunan dan memperbarui ruang doa. Ia menilai pelestarian bangunan bersejarah merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas Kota Medan agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Rico berharap, pada usia ke-78 tahun, GPIB Immanuel tidak hanya mempertahankan keberadaannya sebagai tempat ibadah, tetapi juga terus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“GPIB Immanuel sudah berusia 78 tahun. Kami berharap gereja ini tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi terus melayani masyarakat Kota Medan di masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, pelestarian bangunan bersejarah yang tetap memperhatikan fungsi dan nilai spiritualnya juga berpotensi memperkaya daya tarik wisata Kota Medan, termasuk wisata rohani bagi pengunjung dari dalam maupun luar negeri.
Karena itu, perawatan bangunan bersejarah seperti GPIB Immanuel dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar nilai sejarah, arsitektur, dan kehidupan keagamaannya dapat terus diwariskan.
Perayaan HUT ke-78 GPIB Immanuel Medan turut dirangkai dengan kegiatan jalan sehat dan berbagai perlombaan yang melibatkan jemaat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Tengku Chairuniza, Camat Medan Polonia Noor Alfi Pane, Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Medan Pendeta Salmon Leatemia, serta para jemaat. (bp-03)




