MEDAN, beritapasti.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Dr. M. Afri Rizki Lubis, mengapresiasi penurunan tarif parkir tepi jalan oleh Pemko Medan, namun menyoroti kendala implementasi pembayaran nontunai menggunakan QRIS di lapangan.
Menurut Rizki Lubis, meski aturan pembayaran parkir menetapkan opsi tunai dan nontunai, mayoritas jukir belum bisa melayani pengendara yang ingin membayar pakai QRIS. Akibatnya, masyarakat masih diarahkan membayar tunai, bahkan di ruas jalan seperti Kesawan, lokasi pertama sistem nontunai diterapkan.
“Saat saya mencoba membayar parkir mobil pakai QRIS, jukir meminta tunai karena tidak ada alat scan. Ini harus segera diperbaiki agar sistem pembayaran sesuai Perwal No. 9 Tahun 2026 bisa berjalan maksimal,” ujar Rizki Lubis.
Dia juga menyoroti masalah kembalian setelah penurunan tarif. Dengan pembayaran nontunai, nominal pembayaran bisa pas, sehingga mengurangi risiko jukir tidak mengembalikan uang sesuai ketentuan.
Rizki Lubis meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Medan menggelar pelatihan jukir, tidak hanya soal sopan santun, tetapi juga cara mengoperasikan sistem pembayaran nontunai.
“Pelatihan ini penting untuk menciptakan jukir profesional, agar sistem parkir di Kota Medan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Rizki Lubis. (bp-03)




