MEDAN, beritapasti.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyiagakan 53 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 23–25 Oktober 2026.
Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk menghadapi ancaman hujan lebat, banjir, angin kencang, dan petir. Masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah penyelamatan sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Medan Yunita Sari mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Ia meminta setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Keluarga yang memiliki bayi juga perlu menyiapkan susu, popok, serta pakaian ganti agar mudah dibawa ketika harus mengungsi.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sebelum permukaan air meningkat. Masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing.
Saat terjadi angin kencang, warga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang berisiko tumbang. Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dibatasi ketika hujan lebat disertai petir.
Yunita turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tidak tersumbat sampah. Menurut dia, upaya pencegahan dari lingkungan terkecil dapat membantu mengurangi risiko bencana.
Di sisi lain, BPBD Kota Medan memperkuat kesiapan sarana dan prasarana penanganan bencana sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Upaya tersebut mencakup penambahan perahu evakuasi dan peningkatan kemampuan kendaraan operasional agar dapat digunakan saat menghadapi genangan banjir yang tinggi.
Yunita menjelaskan, evaluasi dilakukan berdasarkan pengalaman penanganan banjir sebelumnya, ketika tingginya genangan sempat menghambat mobilitas kendaraan operasional petugas.
Sebanyak 53 personel TRC kini disiagakan di Markas Komando BPBD Kota Medan agar dapat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas akan dilengkapi perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.
BPBD juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan.
Warga yang menemukan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center di nomor 0813-7080-0880. (bp-03)



