MEDAN, beritapasti.id – Persoalan banjir rob yang berulang di kawasan Medan Belawan menjadi perhatian anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, S.Pd., M.I. Ia meminta Pemerintah Kota Medan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga memastikan kualitas konstruksinya mampu menghadapi kondisi lingkungan di kawasan pesisir.
Menurut Zulham, pembangunan jalan di Medan Belawan perlu mendapat perhatian khusus mengingat banjir rob kerap mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap kondisi infrastruktur. Karena itu, perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan karakteristik wilayah agar jalan yang dibangun tidak cepat mengalami kerusakan.
Hal tersebut disampaikan Zulham dalam rapat bersama Wali Kota Medan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Balai Kota Medan, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, pemerataan pembangunan harus diikuti dengan pengawasan kualitas pekerjaan. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran daerah, menurut dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menimbulkan beban anggaran baru akibat perbaikan yang terus berulang.
“Jalan-jalan yang kerap terdampak banjir rob, khususnya di Medan Belawan, perlu menjadi prioritas perhatian Pemko Medan. Kita ingin jalan yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan mampu bertahan lebih lama,” ujar Zulham.
Ia juga meminta pemerintah memastikan seluruh pekerjaan jalan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Ketebalan konstruksi dan mutu material, kata dia, menjadi aspek yang perlu diawasi secara serius sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan.
Zulham mengusulkan agar konstruksi jalan di kawasan rawan banjir rob dikaji dengan ketebalan sekitar 50–60 sentimeter. Namun, penerapannya perlu didasarkan pada perhitungan teknis yang mempertimbangkan kondisi tanah, elevasi jalan, serta sistem drainase di lokasi pembangunan.
“Dari ketebalan, misalnya, bisa dibuat 50–60 sentimeter sehingga saat rob datang warga masih bisa beraktivitas,” katanya.
Selain peningkatan kualitas konstruksi, Zulham mendorong OPD terkait melakukan inventarisasi dan pemetaan jalan yang paling membutuhkan penanganan di Medan Belawan. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan prioritas berdasarkan kondisi kerusakan, tingkat kerawanan banjir rob, serta kepentingan masyarakat.
Menurutnya, penanganan infrastruktur di kawasan pesisir tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik tanpa mempertimbangkan persoalan lingkungan yang dihadapi warga. Perencanaan yang tepat diperlukan agar hasil pembangunan dapat digunakan lebih lama dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Zulham berharap Pemko Medan menjadikan kualitas pekerjaan sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan, bukan semata-mata berdasarkan jumlah ruas jalan yang telah dikerjakan.
“Pembangunan harus menjawab kebutuhan warga. Jangan sampai jalan yang baru dibangun cepat rusak, sementara masyarakat terus menghadapi persoalan banjir rob. Karena itu, kualitas dan penentuan prioritas pembangunan harus berjalan beriringan,” pungkasnya. (bp-03)




