Daerah

Selamatkan Generasi Muda, GEPENTA dan Penyuluh Agama Islam Edukasi Pelajar Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT, beritapasti.id – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba, bullying, tawuran dan tindakan anarkis di kalangan pelajar terus diperkuat. Salah satunya melalui kolaborasi Gerakan Pencegahan Narkoba, Tawuran dan Anarkis (GEPENTA) Kabupaten Labuhanbatu bersama Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan kepada siswa-siswi SMK Negeri 3 Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti para pelajar dan guru pembimbing. Kepala SMK Negeri 3 Rantau Utara, Ernawati, turut mendukung kegiatan sebagai bagian dari komitmen sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan mendukung pembentukan karakter siswa.

Penyuluhan dipimpin Dr. Syafaruddin, M.H., Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu sekaligus Ketua GEPENTA Kabupaten Labuhanbatu, bersama jajaran pengurus.

Turut memberikan materi Dr. (C) Wahyu Azhar Ritonga, M.Si., Wakil Ketua/Pengurus Harian GEPENTA yang juga dosen UNIVA Labuhanbatu, serta Sri Rezeki, S.T.

Mengusung tema “Membangun Generasi Remaja yang Sehat, Kreatif, dan Berkarakter”, para narasumber mengajak pelajar memahami bahaya narkoba sekaligus mengenali dan mencegah bullying, tawuran, kekerasan serta berbagai perilaku negatif lainnya.

Dr. Syafaruddin menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Pencegahan, menurutnya, harus dilakukan sejak dini melalui edukasi dan pendampingan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak terkait.

“Pelajar adalah aset bangsa. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena narkoba, bullying, tawuran maupun kekerasan. Kita harus hadir memberikan edukasi, pendampingan dan keteladanan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para siswa berani mengatakan tidak terhadap narkoba serta menolak berbagai ajakan yang berpotensi merusak masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, GEPENTA dan Penyuluh Agama Islam mendorong pelajar menjadi bagian dari upaya menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai, tidak melakukan perundungan, tidak mudah terprovokasi tawuran dan menjauhi narkoba.

Para siswa juga diingatkan untuk menjauhi narkoba, menghentikan bullying, menolak tawuran, menghindari kekerasan dan anarkisme, serta fokus membangun prestasi dan karakter.

Kolaborasi edukasi di lingkungan sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar sekaligus memperkuat peran sekolah dan masyarakat dalam mencegah berbagai perilaku yang mengancam masa depan generasi muda.

Dari sekolah, upaya membangun generasi sehat, kreatif dan berkarakter terus dimulai sebagai bagian dari investasi untuk masa depan bangsa. (bp-RC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *