MEDAN, beritapasti.id – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.
Hingga Selasa (1/9/2026) sore, sebanyak 55 penerbangan dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan selain penerbangan yang dibatalkan, terdapat enam penerbangan mengalami perubahan jadwal atau retime dan 11 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan.
Dengan demikian, total 72 penerbangan terdampak akibat erupsi Gunung Sinabung.
“Informasi yang kami terima dari tim operasional per jam 4 sore tadi, hari Selasa 1 September 2026, yang mengalami pembatalan berjumlah 55 dan yang mengalami retime atau penjadwalan ulang sejumlah enam penerbangan,” kata Hikmat, Selasa malam.
Sementara itu, penerbangan yang mengalami keterlambatan secara bertahap kembali diberangkatkan pada hari yang sama.
“Kalau untuk yang batal, otomatis tidak jadi berangkat. Tapi untuk yang delay sendiri, berangsur diberangkatkan di hari ini,” ujarnya.
Hikmat menjelaskan, pembatalan penerbangan pada Selasa tidak berarti seluruh penerbangan tersebut dibatalkan secara permanen. Penerbangan reguler yang terdampak masih berpotensi dijadwalkan kembali pada Rabu (2/9/2026), dengan mempertimbangkan kondisi erupsi dan sebaran abu vulkanik.
“Jadi pembatalan hari ini bukan semata-mata dibatalkan seterusnya. Kemungkinan akan diberangkatkan kembali besok. Itu kan jadwal penerbangan reguler, jadi memang setiap hari beroperasi,” jelasnya.
Meski sempat terganggu akibat erupsi, operasional penerbangan di Bandara Kualanamu kini kembali berjalan normal setelah diterbitkannya NOTAM pencabutan Notice of Operations (NOOPS) dari AirNav Indonesia.
“Nah, untuk saat ini sendiri operasional penerbangan di Bandara Kualanamu berjalan normal kembali setelah terbitnya NOTAM pencabutan NOOPS dari AirNav,” kata Hikmat.
Pihak Bandara Kualanamu masih terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung untuk memastikan kelancaran penerbangan pada hari berikutnya.
Koordinasi juga dilakukan bersama regulator, AirNav Indonesia, dan maskapai penerbangan untuk memulihkan serta menjaga operasional tetap berjalan.
“Kita terus pantau perkembangan informasi yang berlangsung. Mudah-mudahan tidak ada lagi info erupsi atau abu vulkanik menyebar karena harapan kami semua berjalan lancar setelah NOTAM diterbitkan,” pungkas Hikmat. (bp-net)




