MEDAN, beritapasti.id – Aksi sekelompok remaja yang kerap melakukan konvoi sepeda motor sambil membawa senjata tajam dan viral di media sosial berujung penangkapan. Unit Resmob Polrestabes Medan mengamankan sembilan anggota geng motor Born To Be OK (Bornox).
Kesembilan remaja yang diamankan merupakan anak di bawah umur. Mereka masing-masing berinisial FC, ZR, RIM, RIN, MR, MA, MRU, BAM dan MHR. Penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi pada Rabu (12/8/2026).
Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan, para remaja tersebut diduga tidak hanya melakukan konvoi atau rolling untuk mencari kelompok lawan, tetapi juga terlibat dalam aksi pembegalan.
“Mereka ini yang viral di media sosial rolling di seputaran GOR Pancing, Aksara, Pasar Tiga, Krakatau, Cemara, Fly Over Brayan,” ujar Bimo, Kamis (13/8/2026).
Salah satu aksi pembegalan yang tengah didalami polisi terjadi di kawasan Aksara. Korban diduga merupakan anggota kelompok geng motor lain. Polisi masih berkoordinasi dengan Polsek Medan Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban.
“Korban dibegal di Aksara. Saat ini kita masih koordinasi dengan Polsek Medan Timur untuk membawa korban ke Polres,” katanya.
Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan FC di sekolahnya, SMK Negeri 5 Medan. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh informasi mengenai sejumlah rekannya yang merupakan siswa SMA Negeri 7 Medan.
Petugas kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan ZR, MR, serta saudara kembar RIM dan RIN di SMA Negeri 7 Medan.
Penyelidikan kemudian berkembang hingga petugas menemukan barang bukti senjata tajam yang disimpan di bawah tempat tidur FC.
Dari keterangan ZR, polisi juga memperoleh informasi mengenai dugaan aksi pembegalan yang pernah dilakukan bersama rekannya berinisial MRU, seorang siswa SMA Imelda.
“Sepeda motor juga kita amankan dari MRU. Orang tuanya yang mengantarkan ke Polrestabes Medan,” ungkap Bimo.
Petugas selanjutnya menganalisis rekaman video konvoi yang viral di media sosial. Dari hasil penelusuran, polisi mengidentifikasi dua remaja lainnya, yakni BAM dan MHR, yang diketahui merupakan siswa SMAN 3 Medan.
“Dari amatan kita di video viral, kita mengidentifikasi dua remaja lain yang mengendarai sepeda motor Lexi. Keduanya ikut dalam konvoi dan berhasil kita amankan,” ujarnya.
Anggota Bornox Berasal dari Tiga Sekolah
Dari hasil pemeriksaan terhadap para remaja yang diamankan, polisi mengungkap bahwa anggota geng motor Bornox berasal dari sejumlah sekolah di Kota Medan.
Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan, para anggota yang telah diamankan mengaku berasal dari SMK Negeri 5 Medan, SMA Negeri 7 Medan dan SMAN 3 Medan.
“Mereka mengaku dari tiga sekolah tersebut. Basecamp mereka di Jalan Karya Celincing, Medan Barat,” ungkap Bimo.
Polisi juga mengidentifikasi adanya struktur dalam kelompok tersebut, termasuk sosok yang diduga sebagai ketua. Ketua kelompok berinisial EAS hingga kini masih dalam pengejaran bersama sejumlah anggota lainnya yang identitasnya telah dikantongi petugas.
Kelompok tersebut diketahui memiliki akun Instagram yang diduga dikelola oleh EAS. Polisi juga menyebut Bornox memiliki hubungan atau aliansi dengan kelompok geng motor lainnya.
“Akun Instagramnya @Atuk420.gank. Akun itu dipegang ketua. Mereka juga beraliansi dengan geng motor Opung Brotherhood dan Wak Ling (WL),” lanjutnya.
Selain itu, polisi masih mendalami perseteruan antara Bornox dengan kelompok geng motor lain yang disebut menjadi musuh mereka, yakni Pembangkang 27 MDN.
“Jadi mereka punya musuh, yaitu Pembangkang. Saat ini kita masih kembangkan terus. Termasuk memburu anggota Bornox yang belum tertangkap,” tutur Bimo.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepeda motor Honda Beat yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan, sepeda motor Yamaha Lexi, sebilah celurit panjang, enam unit telepon seluler berbagai merek, satu botol vape merek Juta serta empat tas sekolah.
Polisi memastikan penyelidikan terhadap kelompok tersebut masih berlanjut, termasuk mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam aksi pembegalan dan tawuran serta memburu anggota lain yang belum diamankan.
“Kami tegaskan, kalian (geng motor) akan kami buru,” tegas Bimo. (bp-03)




