MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan pesan penting tentang masa depan generasi muda saat meresmikan Gedung Karya Pastoral Stasi St. Yosep Gedung Johor di Jalan Karya Murni, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa merawat anak sama halnya dengan merawat masa depan bangsa. Ia berharap gedung tersebut dapat menjadi pusat pembinaan karakter dan pengembangan generasi muda agar terhindar dari kenakalan remaja serta pengaruh negatif lainnya.
Peresmian Gedung Karya Pastoral Stasi Santo Yosep ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rico Waas yang disaksikan Uskup Agung dan panitia pembangunan.
Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya peran institusi keagamaan dalam membimbing generasi muda di tengah tantangan era digital. Ia menyoroti fenomena anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan berinteraksi dengan orang tua maupun lingkungan sekitar.
“Kalau kita mau melihat bangsa ini ke depan, lihatlah anak-anak kita hari ini. Mereka yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan Indonesia pada tahun 2045 nanti,” kata Rico Waas.
Pada kegiatan tersebut, Rico Waas turut didampingi Kadis Damkarmat Wandro Malau, Plt Kabag Umum Ridho Siregar, dan Camat Medan Johor Bachtiar Rivai.
Rico berharap Gedung Karya Pastoral tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah maupun pertemuan, tetapi juga menjadi pusat pelatihan, pembinaan, dan kegiatan kreatif bagi generasi muda.
“Saya berharap Gedung Karya Pastoral ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat pembinaan generasi muda agar terhindar dari kegiatan negatif,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pembangunan, P. Siregar, mengenang masa-masa awal ketika anak-anak sekolah minggu harus belajar di bawah tenda sederhana di belakang gereja. Kondisi tersebut kemudian menjadi motivasi untuk menghadirkan fasilitas yang lebih layak.
“Awalnya kami membuat tenda di belakang gereja. Di sanalah anak-anak mengikuti sekolah minggu. Itu yang menjadi latar belakang utama pembangunan gedung ini,” kenangnya.
Ia menjelaskan, peletakan batu pertama pembangunan gedung dilakukan pada 6 Februari 2022 dan rampung pada akhir tahun 2025.
“Gedung ini merupakan buah kerja sama seluruh umat se-paroki. Semoga fasilitas ini dapat meningkatkan pelayanan pastoral dan sosial keagamaan bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dalam acara peresmian tersebut, Rico Waas juga disematkan kain ulos oleh panitia sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kehadirannya. (bp-03)




