Hukum/Kriminal

Imigrasi Belawan Lakukan Monev Desa Binaan di Kelurahan Terjun

MEDAN, beritapasti.id – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan bersama Direktorat Intelijen Keimigrasian melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Desa Binaan Imigrasi serta penguatan Pimpasa di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi yang telah dibentuk sebelumnya, sekaligus memperkuat peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) di wilayah tersebut. Program ini juga menjadi sarana menyerap masukan dari perangkat kelurahan guna meningkatkan sinergi dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Setibanya di lokasi, tim disambut perangkat Kelurahan Terjun bersama Lurah Terjun, Zukri. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Desa Binaan Direktorat Intelijen Keimigrasian, Suwandi, memberikan pemaparan mengenai fungsi Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah strategis pencegahan TPPO dan TPPM.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan upaya edukasi kepada masyarakat terkait keimigrasian, termasuk risiko TPPO dan TPPM yang dapat terjadi sejak proses keberangkatan hingga keberadaan tenaga kerja di luar negeri, terutama melalui modus penawaran kerja yang tidak sesuai.

“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan program Desa Binaan Imigrasi berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Suwandi.

Sementara itu, Lurah Terjun, Zukri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program Desa Binaan Imigrasi dan Pimpasa sangat membantu masyarakat dalam memahami risiko kejahatan keimigrasian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Kami berharap masyarakat semakin memahami bahaya TPPO dan TPPM,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Imigrasi dalam memperkuat peran Desa Binaan sebagai garda terdepan edukasi keimigrasian.

“Sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah TPPO dan TPPM,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan masyarakat setempat. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen sinergi antara Imigrasi Belawan, Direktorat Intelijen Keimigrasian, perangkat kelurahan, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya TPPO dan TPPM semakin meningkat, serta peran Pimpasa semakin optimal dalam memberikan edukasi keimigrasian di tingkat kelurahan. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *