BELAWAN, beritapasti.id – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas I Labuhan Deli dengan menghadirkan gerai khusus yang memasarkan produk UMKM hasil karya warga binaan di ruang pelayanan keimigrasian, Selasa (3/3/2026).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk menyambut baik serta memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antarunit kerja di lingkungan Kementerian.
Kehadiran gerai UMKM ini juga merupakan wujud nyata komitmen Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan dalam menunjang pembinaan warga binaan agar tetap produktif dan terus berkarya selama menjalani masa pidana.
Peresmian gerai ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol resmi beroperasinya gerai UMKM warga binaan di area pelayanan keimigrasian Belawan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait penempatan dan pemasaran produk hasil karya warga binaan di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.
“Melalui gerai tersebut, kami menghadirkan beragam produk karya warga binaan, mulai dari sapu lidi, miniatur kerajinan tangan, deterjen dan sabun, keset kaki, hingga lukisan. Untuk mempermudah transaksi masyarakat, gerai telah dilengkapi fasilitas pembayaran non-tunai melalui QRIS serta stand banner yang memuat informasi produk,” ungkap Eko.
Pihaknya juga berharap keberadaan gerai UMKM ini tidak hanya menambah nilai pada area pelayanan publik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa sistem pemasyarakatan berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin turut berkontribusi dalam mewujudkan warga binaan yang lebih siap mandiri dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat,” papar Eko.
Sementara Kepala Rutan Labuhan Deli, Eddy Junaedi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan kemandirian, agar warga binaan memiliki keterampilan dan pengalaman usaha yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang bernilai ekonomi. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki kemampuan untuk mandiri,” tukasnya. (bp-03)




