QATAR, beritapasti.id – Maskapai nasional Qatar, Qatar Airways, mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan menuju dan dari Doha menyusul penutupan wilayah udara Qatar. Kebijakan ini diberlakukan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pasca serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Minggu (1/3/2026).
Dalam pernyataan resmi, Qatar Airways menyatakan penangguhan operasional dilakukan demi alasan keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Maskapai bekerja sama erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung penumpang yang terdampak. Operasi akan dilanjutkan saat wilayah udara dibuka kembali,” bunyi pernyataan resmi perusahaan.
Penutupan wilayah udara menyebabkan sejumlah penerbangan internasional terpaksa dibatalkan, dialihkan, atau mengalami penundaan signifikan. Doha merupakan salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia, sehingga dampaknya meluas ke rute-rute global, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika.
Qatar Airways memperingatkan bahwa setelah operasional kembali normal, kemungkinan keterlambatan masih dapat terjadi akibat penyesuaian rotasi pesawat dan jadwal kru. Sebagai langkah antisipasi, maskapai menambah staf darat di Hamad International Airport dan bandara utama lainnya untuk membantu penumpang terdampak.
Penghentian sementara ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Penutupan wilayah udara dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan penerbangan sipil di tengah situasi keamanan yang tidak stabil.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan wilayah udara Qatar akan kembali dibuka sepenuhnya. Otoritas penerbangan dan pemerintah setempat terus memantau perkembangan situasi.
Qatar Airways menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan karyawan tetap menjadi prioritas utama. Maskapai juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul, serta mengimbau penumpang untuk memeriksa pembaruan informasi melalui situs resmi, aplikasi, maupun media sosial resmi Qatar Airways sebelum menuju bandara.
Situasi ini kembali menjadi pengingat bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat berdampak langsung terhadap konektivitas penerbangan global, terutama bagi maskapai yang menjadikan kawasan Teluk sebagai pusat operasional utama. (bp-net)




