MEDAN – Polda Sumatera Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Powerboat Toba 2025 di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, Senin (11/8/2025).
Apel ini dipimpin oleh Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana, yang mewakili Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Asops Kasdam I/BB, Asops Lantamal I Belawan, Kasiops Lanud Soewondo, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumut, Kadispora Sumut, Kadishub Sumut, Kadis Pariwisata Sumut, Kadiskes Sumut, Kasatpol PP Sumut, Kepala BPBD Sumut, Kepala BMKG Sumut, serta para Pejabat Utama Polda Sumut.
Dalam amanat Kapolda yang dibacakan oleh Wakapolda, disebutkan bahwa apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas instansi untuk mendukung kelancaran pengamanan ajang olahraga internasional di Kabupaten Toba.
“Powerboat Toba 2025 bukan sekadar event olahraga air kelas dunia, tetapi juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata, perekonomian, dan citra Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, pengamanan yang optimal, profesional, dan terukur menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.
Operasi Powerboat Toba 2025 akan berlangsung selama 15 hari, mulai 12 hingga 26 Agustus 2025, mencakup dua agenda utama. Pertama, Aquabike World Championship pada 15–17 Agustus 2025 yang diikuti 49 peserta dari berbagai negara. Kedua, F1H2O World Championship pada 22–24 Agustus 2025 yang melibatkan 10 tim internasional, serta dirangkaikan dengan Pesta Rakyat Toba.
Dalam mendukung pengamanan, Polda Sumut mengerahkan 1.110 personel gabungan, terdiri dari 771 personel Polda Sumut, 207 personel Polres Toba, dan 132 personel dari instansi terkait. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup area perlombaan, bandara internasional, hotel tempat menginap atlet dan ofisial, hingga lokasi-lokasi strategis lainnya.
Wakapolda menekankan beberapa poin penting bagi seluruh personel, di antaranya: melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan, membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
“Keberhasilan pengamanan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Sumatera Utara, tetapi juga akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” tutupnya. (bp-04)




