JAKARTA, beritapasti.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (27/7/2026). Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena dilakukan ketika masa jabatan keduanya masih berlangsung hingga 2028.
Pemerintah menyebut pengunduran diri Perry Warjiyo dilakukan atas alasan pribadi. Presiden Prabowo Subianto telah menerima keputusan tersebut dan langsung mengambil langkah untuk memastikan roda kepemimpinan Bank Indonesia tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas kebijakan moneter nasional.
Perry Warjiyo merupakan salah satu ekonom senior Indonesia yang memiliki pengalaman panjang di Bank Indonesia. Ia dipercaya menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018 dan kembali mendapatkan mandat untuk periode kedua.
Sebelum menjadi orang nomor satu di bank sentral, Perry telah menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya Deputi Gubernur BI, Asisten Gubernur Bidang Kebijakan Moneter, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Moneter, serta sejumlah posisi yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan dan hubungan internasional.
Selama memimpin Bank Indonesia, Perry menghadapi berbagai tantangan besar, salah satunya ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Saat itu, BI mengambil sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, seperti penyesuaian suku bunga acuan, pembelian Surat Berharga Negara (SBN), penyediaan likuiditas bagi perbankan, serta berbagai kebijakan moneter lainnya.
Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga mendorong transformasi sistem pembayaran digital melalui pengembangan QRIS, BI-FAST, serta kerja sama sistem pembayaran berbasis QR Code dengan sejumlah negara.
Selain itu, BI juga berupaya menjaga inflasi tetap terkendali di tengah berbagai tekanan global, termasuk dampak perang Rusia-Ukraina dan kebijakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve).
Meski pemerintah menyampaikan alasan pengunduran diri Perry adalah persoalan pribadi, keputusan tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Pasalnya, pergantian kepemimpinan Bank Indonesia terjadi ketika kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai ketidakpastian, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Sejumlah analis menilai kepastian mengenai sosok pengganti Gubernur BI menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Indonesia.
Menindaklanjuti pengunduran diri tersebut, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Deputy Governor Bank Indonesia, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI.
Destry memastikan Bank Indonesia akan tetap menjalankan mandat utamanya, yakni menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Selanjutnya, Presiden akan mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia kepada DPR RI sesuai mekanisme yang berlaku. Calon tersebut nantinya akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.
Kabar pengunduran diri Perry Warjiyo turut mendapat perhatian dari pasar keuangan. Investor mencermati proses transisi kepemimpinan serta memastikan kesinambungan kebijakan moneter yang selama ini dijalankan Bank Indonesia.
Pergantian Gubernur BI bukan hanya berkaitan dengan pergantian pejabat, tetapi juga menyangkut arah kebijakan ekonomi nasional. Sosok Gubernur BI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, menjaga sistem keuangan, serta membangun kepercayaan investor.
Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi salah satu peristiwa yang jarang terjadi dalam sejarah Bank Indonesia modern, mengingat dilakukan saat masa jabatan kedua masih berjalan.
Selama hampir delapan tahun memimpin BI, Perry dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari penanganan dampak pandemi hingga percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional.
Ke depan, tantangan terbesar Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, sekaligus mempertahankan kredibilitas dan independensi kebijakan moneter agar kepercayaan masyarakat dan investor tetap terjaga. (bp-net)




