MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengaku bangga melihat perkembangan siswa Sekolah Rakyat yang dinilainya berhasil membentuk generasi yang lebih mandiri, disiplin, dan berkarakter. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, Senin (15/6).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Momentum itu menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk melihat secara langsung perkembangan anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurut Rico Waas, perubahan yang ditunjukkan para siswa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sangat signifikan. Ia mengaku mengikuti perjalanan program tersebut sejak awal dan menyaksikan sendiri transformasi yang terjadi pada para peserta didik.
“Ketika pertama kali datang, saya melihat banyak anak yang masih kurang percaya diri dan belum menunjukkan kedisiplinan yang baik. Namun dalam kunjungan berikutnya, perubahan mereka mulai terlihat. Anak-anak sudah berani memimpin, lebih tertib, dan menunjukkan sikap yang positif,” ujar Rico.
Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pendidikan yang tepat mampu mengubah masa depan anak-anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun lingkungan yang penuh tantangan sosial.
Rico juga mengenang kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Amal, ketika masih menemukan sejumlah anak dengan latar belakang kehidupan jalanan dan berbagai persoalan sosial. Namun melalui pembinaan yang berkelanjutan, para siswa mampu menunjukkan perubahan yang luar biasa.
“Dalam waktu sekitar 10 bulan, perkembangan mereka sangat luar biasa. Saya bangga melihat transformasi yang terjadi pada anak-anak ini,” katanya.
Selain menyoroti perkembangan karakter dan mental siswa, Rico Waas juga mengapresiasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Medan yang saat ini terus berjalan. Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare di kawasan Tuntungan untuk mendukung pengembangan program tersebut.
Menurutnya, progres pembangunan telah mencapai sekitar 87 persen dan ditargetkan dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Saya melihat pembangunan sekolah ini dilakukan dengan sangat baik. Bukan hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas bangunan, fasilitas, dan konsep pendidikan yang diterapkan,” ujarnya.
Rico pun mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak ragu memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia optimistis program tersebut mampu melahirkan generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat.
“Pemko Medan akan terus memberikan dukungan, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti akses jalan menuju kawasan sekolah,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, mengatakan pemerintah pusat terus memperluas program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Saat ini pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat sedang berlangsung di 93 lokasi di seluruh Indonesia dan ditargetkan bertambah menjadi 104 lokasi sepanjang 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang didukung penuh oleh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pelaksanaan pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Targetnya dapat digunakan pada Juli 2026 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Saya gembira karena selama 11 bulan pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Medan,” ujarnya.
Untuk tahun ajaran ini, kuota Sekolah Rakyat di Kota Medan tersedia bagi 270 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui verifikasi berlapis oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah guna memastikan program tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu. (bp-03)




