MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan masa bakti 2025–2030 yang digelar di Hotel JW Marriott, Rabu (15/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak jajaran pengurus baru KADIN Medan di bawah kepemimpinan Arman Chandra untuk memperkuat perekonomian kota melalui peningkatan investasi dan hilirisasi produk.
Mengawali sambutannya, Rico Waas mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Arman Chandra untuk periode kedua. Ia menekankan pentingnya kerja tim dalam menjalankan organisasi serta berharap KADIN Medan dapat menjadi agent of change yang memberikan stimulus ekonomi nyata bagi pelaku usaha.
“Jangan biarkan ketua bekerja sendiri. Organisasi akan berfungsi baik jika seluruh struktur bergerak bersama,” ujar Rico Waas. Ia juga mengingatkan agar pengurus fokus menciptakan legacy dan bekerja maksimal tanpa mencari perhatian berlebih.
Rico memaparkan capaian investasi Kota Medan yang meningkat hingga 191 persen pada tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, ia berharap KADIN mampu menghadirkan lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, berkomitmen mempermudah proses investasi sesuai regulasi.
Pemko Medan juga menegaskan komitmennya untuk menghapus praktik pungutan liar dan berbagai hambatan birokrasi yang dapat mengganggu iklim investasi, sehingga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, Rico Waas menyoroti potensi ekonomi dari program nasional Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan data, target Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Medan mencapai 255 titik dengan proyeksi melayani sekitar 700.000 jiwa setiap hari.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan dari program tersebut sangat besar. Jika berjalan optimal, kebutuhan telur di Medan dapat mencapai 5,6 juta butir per bulan.
“Melihat potensi ini, saya mengajak KADIN untuk mencetak pengusaha baru di sektor pangan, seperti telur dan sayuran, guna memperkuat rantai pasok dan memastikan ketersediaan stok,” ujarnya.
Menurut Rico, KADIN Medan harus menjadi motor penggerak utama dalam menjadikan Medan sebagai hub perdagangan berbasis hilirisasi produk. Ia menegaskan bahwa KADIN perlu bekerja secara revolusioner, tidak lagi normatif, dalam membawa produk lokal ke pasar internasional.
Rico juga menyoroti potensi besar UMKM Medan yang masih didominasi pasar mikro. Ia mendorong KADIN melakukan riset pasar global, termasuk mengembangkan produk camilan lokal seperti rengginang yang memiliki peluang ekspor.
“Saya juga mengajak para pengusaha untuk berpikir out of the box dengan menyentuh industri kreatif dan budaya, seperti keberhasilan Korea Selatan dalam memasarkan K-Pop dan film hingga mendunia,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini, sinergi antara Pemko Medan dan KADIN diharapkan mampu mengeksekusi tiga pilar utama pembangunan ekonomi, yaitu peningkatan investasi, pemanfaatan peluang program nasional, serta transformasi UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar internasional.
Sementara itu, Ketua KADIN Kota Medan periode 2025–2030, Arman Chandra, menegaskan komitmen organisasinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif.
“Kami menyadari bahwa KADIN tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan dalam membangun fondasi ekonomi kota yang lebih kuat,” ujar Arman.
Ia juga menyoroti tantangan ekonomi global, seperti ketidakpastian geopolitik, konflik perdagangan, fluktuasi harga komoditas, dan gangguan rantai pasok yang menuntut dunia usaha lebih adaptif dan inovatif.
Di tingkat lokal, Arman menekankan pentingnya akselerasi digitalisasi UMKM, transisi menuju ekonomi hijau, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.
Menurutnya, KADIN Medan harus hadir sebagai solusi bagi seluruh pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, agar mampu bertahan dan berkembang. Melalui semangat “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan,” ia berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat, memperluas jejaring bisnis, serta menjadikan Medan sebagai pusat ekonomi inklusif di gerbang barat Indonesia.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapim KADIN Medan yang dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Waas, ditandai dengan pemukulan gong. (bp-03)




