Medan

Rommy Van Boy Desak TPA Terjun Ditutup: Sudah Overload, Medan Terancam Darurat Sampah

MEDAN, beritapasti.id – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan kian memprihatinkan. Volume sampah yang terus bertambah tanpa pengelolaan maksimal membuat lokasi ini dinilai tak lagi layak digunakan. Anggota Komisi IV DPRD Medan, Rommy Van Boy, mendesak Pemerintah Kota Medan segera menutup dan memindahkan TPA tersebut.

“TPA Terjun sudah overload. Bulan lalu bahkan sempat longsor dan mengancam permukiman warga sekitar. Ini bukan hanya masalah lingkungan, tapi sudah menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Rommy dalam rapat bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Selasa (7/10/2025).

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi IV, Paul Mei Anton Simanjuntak, Rommy menyebut Kota Medan setiap hari menghasilkan lebih dari 1.200 ton sampah. Seluruhnya ditumpuk di satu titik, yaitu di TPA Terjun yang sudah tidak sanggup lagi menampung.

“Jika tidak segera ditindaklanjuti, Medan bisa mengalami darurat sampah. Pemerintah harus bertindak cepat mencari lokasi baru dan menyusun strategi pengelolaan yang lebih modern,” ujarnya.

Rommy juga menyoroti lemahnya sistem retribusi sampah yang berjalan selama ini. Ia menilai banyak kebocoran dalam program Wajib Retribusi Sampah (WRS) dan penggunaan dananya yang tidak transparan.

“Retribusi sampah kita banyak yang tidak jelas ke mana arahnya. Sebagian besar malah berhenti di kelurahan. Pemko Medan harus ubah sistem ini. Gunakan sistem digital agar pendapatan asli daerah dari sektor kebersihan tidak bocor,” ujarnya.

Menurut Rommy, solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Medan harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Jangan semua dibebankan ke petugas kebersihan. Harus ada partisipasi aktif warga. Edukasi soal kebersihan harus jadi program berkelanjutan, bukan seremonial,” ucapnya.

Selain menyoroti kondisi TPA dan pengelolaan retribusi, Rommy juga mengajak mahasiswa untuk ikut berperan dalam kampanye hidup bersih dan peduli lingkungan.

“Mahasiswa bisa jadi agen perubahan. Kolaborasi dengan Pemko penting, agar budaya bersih ini bisa menyebar sampai ke akar rumput,” tutup Rommy Van Boy. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *