MEDAN, beritapasti.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Medan agar dapat bersaing di pasar global yang semakin ketat. Pernyataan ini disampaikan Airin saat menghadiri Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi Pelatihan Branding UMKM di Hotel Grand Kanaya, Jumat (19/9).
Kegiatan yang digelar oleh Komisi X DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Lestari Moerdijat dan sejumlah pelaku UMKM dari Kota Medan. Dalam acara tersebut, Airin memberikan penghormatan dengan menyarungkan songket Melayu kepada Lestari Moerdijat sebagai simbol penguatan identitas budaya lokal.
Airin menjelaskan bahwa lebih dari 90 persen pelaku usaha di Kota Medan adalah UMKM yang memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian lokal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas UMKM menjadi kunci penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Mereka berperan besar dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama memberikan perhatian lebih untuk memperkuat kapasitas mereka,” ungkap Airin.
Menurutnya, di era globalisasi, kualitas produk UMKM saja tidak cukup untuk bisa bersaing. Diperlukan strategi branding yang tepat untuk memastikan produk dapat dikenal, dipercaya, dan dipilih oleh konsumen di pasar lokal, nasional, dan internasional.
“Branding bukan hanya soal logo atau nama, tetapi bagaimana menciptakan identitas dan citra yang kuat untuk produk kita. Hal ini yang akan membuat produk kita lebih mudah diingat dan memiliki nilai lebih di mata konsumen,” tegasnya.
Airin juga mengajak pelaku UMKM Medan untuk memanfaatkan kegiatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, menyerap ilmu yang diberikan, berbagi pengalaman, dan langsung mengaplikasikan dalam pengembangan usaha mereka. Ia juga menekankan komitmen Pemko Medan untuk terus mendukung UMKM melalui berbagai program pelatihan, akses permodalan, digitalisasi, dan perluasan pasar.
“Pemko Medan akan terus mendukung UMKM dengan berbagai program yang dapat memperkuat daya saing mereka. Namun, keberhasilan ini akan lebih efektif jika pelaku UMKM juga terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat branding. Mari bersama-sama buktikan bahwa UMKM Medan bisa naik kelas dan berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi kota kita,” ujar Airin.
Sementara itu, Anggota DPR RI Lestari Moerdijat dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di Medan.
“UMKM adalah kekuatan utama perekonomian kita. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM akan siap bersaing di pasar global. Besarnya jumlah UMKM di Indonesia adalah kunci untuk menciptakan ekonomi yang adil, makmur, dan sejahtera,” ungkap Lestari.
Lestari juga mengajak peserta pelatihan untuk terus mengembangkan UMKM mereka dengan memanfaatkan kearifan lokal yang dipadukan dengan inovasi dan mekanisme produksi modern.
Dengan dukungan penuh dari Pemko Medan dan pihak-pihak terkait, diharapkan UMKM Medan dapat terus berkembang, berinovasi, dan mencapai sukses di pasar global. (bp-03)




