MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat merawat dan melestarikan warisan budaya daerah agar tidak terkikis arus modernisasi. Sejumlah kesenian tradisional yang mulai jarang ditampilkan perlu kembali diperkenalkan, terutama kepada generasi muda.
Pesan itu disampaikan Rico saat membuka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng Medan, Kamis (8/10/2026) malam. Kegiatan perdana yang berlangsung hingga 10 Oktober tersebut mengusung tema “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya”.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Rico bersama kelompok pemusik yang membawakan instrumen Rempak Mendai Melayu Deli. Ia tampak luwes mengikuti irama tabuhan, sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap tradisi musik Melayu yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Medan.
Dalam sambutannya, Rico menyoroti tarian Dayang Nan Tujuh yang ditampilkan pada awal acara. Menurut dia, kesenian tersebut perlu kembali diperkenalkan karena kemungkinan belum banyak dikenal masyarakat, meskipun merupakan bagian dari warisan budaya Melayu.
“Mayoritas mungkin 90 persen tidak pernah melihat tarian tersebut. Padahal sejatinya tarian tersebut adalah tarian asli dari Melayu yang mungkin hampir punah pada saat ini,” ujarnya.
Rico meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan bersama para tokoh budaya terus mempromosikan kesenian tradisional yang mulai jarang ditampilkan. Ia juga mendorong para pegiat budaya dilibatkan dalam perencanaan kegiatan agar pelestarian budaya berlangsung berkelanjutan.
“Jangan sampai kebudayaan kita terkikis satu per satu hingga akhirnya menghilang. Apa yang kita lihat hari ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga agar anak-anak dan cucu kita tetap mengenal budaya daerahnya,” kata Rico.
Pekan Budaya Daerah Medan 2026 menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan, antara lain Menegakkan Keris, Berbalas Pantun Melayu, Kuliner Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Tari Kreasi Zapin Melayu, Kampung Budaya, serta Estafet Egrang antarpelajar SMP se-Kota Medan. Kegiatan ini juga melibatkan pelajar SD dan SMP.
Dalam kesempatan tersebut, Rico menyerahkan Sertifikat Anugerah Tokoh Penggiat Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 kepada 25 tokoh, di antaranya Prof. Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S., T. M. Muhar Omtatok, dan Teja Purnama Lubis. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi mereka dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution berharap Pekan Budaya Daerah dapat terus digelar dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sebagai ruang edukasi serta kreativitas bagi pelajar, seniman, dan masyarakat untuk memperkuat karakter generasi muda melalui budaya. (bp-03)




