MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Medan untuk tidak sekadar mempertahankan usaha, tetapi mulai memperkuat kualitas produk, pengelolaan usaha, dan pemasaran agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Rico, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menopang pendapatan keluarga. Karena itu, pelaku UMKM perlu meningkatkan kapasitas agar produknya dapat bersaing, baik di pasar lokal maupun di tingkat yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Rico saat menghadiri Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia, Minggu (27/9/2026).
Di hadapan ratusan pelaku usaha perempuan, Rico menyebut kualitas produk menjadi salah satu modal utama yang harus dipertahankan. Namun, kualitas rasa saja dinilai belum cukup untuk menarik konsumen.
Menurut dia, tampilan produk dan kemasan juga menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik sekaligus nilai jual.
“Orang jualan itu kadang-kadang kelihatan visualnya dulu. Orang tertarik dan berkeinginan membeli diawali dari visualnya,” ujar Rico.
Ia mencontohkan produk sumpia milik UMKM yang kini memiliki tampilan kemasan lebih menarik dan dipasarkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan.
Selain kualitas produk dan kemasan, Rico meminta pelaku UMKM memastikan konsistensi produksi sebelum memperluas pasar ke tingkat nasional maupun internasional.
Menurut dia, kemampuan memenuhi permintaan konsumen secara berkelanjutan harus menjadi perhatian agar perluasan pasar tidak justru menimbulkan persoalan baru dalam proses produksi.
“Pemahaman permodalan, penetapan target pasar, dan karakter produk yang kreatif menjadi kunci utama agar UMKM memiliki niche market sendiri,” katanya.
Dorong Pengurusan Legalitas
Rico juga meminta pelaku UMKM aktif mengurus berbagai perizinan dan sertifikasi yang diperlukan untuk mengembangkan usaha.
Ia menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan untuk lebih aktif mendata pelaku usaha yang belum memiliki sejumlah dokumen dan sertifikasi, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, BPOM, dan sertifikasi halal.
Menurut Rico, pendampingan terhadap pelaku UMKM tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama karena setiap usaha memiliki persoalan dan kebutuhan yang berbeda.
“Pendampingan harus dilakukan secara personal karena tiap UMKM memiliki dinamika masalah yang berbeda,” tegasnya.
Selain penguatan produk dan legalitas usaha, Rico mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Ia mengajak pelaku usaha perempuan memanfaatkan telepon pintar dan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus penjualan, termasuk melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok.
Rico berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus bergantung pada pemasaran secara konvensional.
Menutup arahannya, Rico menyampaikan apresiasi kepada para perempuan pelaku UMKM yang turut menopang perekonomian keluarga.
“Saya berharap melalui pelatihan ini menjadi pijakan nyata agar produk-produk UMKM Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di papan atas,” ujarnya.
Kegiatan yang diselenggarakan DBS Foundation bersama Mercy Corps Indonesia tersebut menargetkan pelatihan bagi 6.000 pelaku UMKM di Kota Medan. Sebanyak 800 peserta di antaranya mengikuti kegiatan secara langsung. (bp-03)




