MEDAN, beritapasti.id – Turnamen Catur Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumatera Utara bersama STOK Bina Guna Medan sukses menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang untuk memunculkan bibit-bibit pecatur potensial di Sumatera Utara.
Turnamen tersebut resmi ditutup Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik di Aula STOK Bina Guna Medan, Sabtu (5/9/2026). Penutupan dirangkai dengan penyerahan medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para juara dari masing-masing kategori.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Percasi Medan Immanuel Marudut Simatupang, Ketua STOK Bina Guna Medan Dr. dr. Hj. Liliana Puspa Sari, S.Pd., M.Kes., yang diwakili bagian humas Dr. Ramadan Ginting, Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, Ketua SIWO PWI Sumut Johny R. Silalahi, Ketua Panitia Pujianto serta para wali dan orang tua peserta.
Farianda mengatakan pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, turnamen tersebut menjadi bukti bahwa Sumatera Utara memiliki banyak potensi atlet catur yang perlu terus dibina.
“Harus ada pembinaan berjenjang, tidak ada yang instan. Hari ini kita melihat banyak muncul bibit atlet luar biasa,” ujar Farianda.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para juara dan mengapresiasi seluruh peserta yang telah ambil bagian. Khusus kategori wartawan, turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan tim PWI Sumut menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
Farianda berharap turnamen serupa dapat kembali digelar dengan jumlah peserta dan cakupan yang lebih besar.
“Tahun depan kita buat lagi. Semua harus ikut lagi. Kepada anak-anak, berlatih terus agar bisa juara,” katanya.
Di kategori SMA putra, Ahmad Rony Nasution dari MAN 2 Model Medan keluar sebagai juara dengan mengoleksi 6 poin. Prestasi tersebut menjadi modal baginya untuk menatap kompetisi yang lebih tinggi. Ahmad Rony mengaku memiliki impian bisa bertanding hingga ke luar negeri dan memperoleh beasiswa melalui prestasi di bidang catur.
Gelar tersebut menambah daftar prestasinya. Sebelumnya, ia meraih medali emas pada Kejurprov 2025 dan medali perak pada Kejurprov 2026 di Samosir.
“Ya, tapi sampai sekarang hadiah yang dijanjikan belum dapat,” katanya.
Sementara itu, juara kategori putri, Alma Fatiha Ghassani dari SMP Nakamura School Medan, mengaku pengalaman bertanding dan evaluasi hasil latihan menjadi hal penting dari turnamen tersebut.
Alma mengaku menghadapi sejumlah lawan tangguh, termasuk Jedidiah Saputra. Dalam pertandingan itu, ia sempat mengalami kendala waktu sebelum akhirnya memanfaatkan kesalahan lawan.
“Lawan Jedidiah, dia bagus mainnya. Saya sempat kehabisan waktu. Saya main lama, enggak bisa main cepat. Kemudian menang pion dan dia buat blunder,” ujarnya.
Adapun juara kategori putri diraih Alma Fatiha Ghassani dengan 5 poin, disusul Jedidiah Saputra 4 poin, Elyka Herna Mentieva Sibarani 4 poin, Casela Hartanto 3 poin, Varisha Arbas 3 poin dan Azzuhra Nur Afifah 3 poin.
Kategori SMA putra menempatkan Ahmad Rony Nasution sebagai juara dengan 6 poin, diikuti Richie Bhassara 5 poin, Jordan Angelo Tarman 5 poin, Hadi Farhan Ramadan 5 poin, Jayden 4,5 poin dan Gavriel Deo A. Pandia 4,5 poin.
Untuk kategori SMP putra, posisi pertama ditempati David dengan 5,5 poin, disusul Javier Alexander Sinaga 5,5 poin, Septa Permana Keliat 5 poin, Rio Maggha Siringoringo 4,5 poin, Josteinner Alvaro 4,5 poin dan Harvey Austin Simon 4,5 poin.
Sedangkan kategori wartawan dimenangkan David Swayana dari Waspada dengan 5 poin. Posisi kedua ditempati Hamdani Nst dari Sumut Cyber dengan 4 poin, disusul Monang Gabe dari Analisa dengan 4 poin dan Maju Manalu dari Medan Pos dengan 3,5 poin. (bp-03)




