Medan

Rico Waas Perkuat Perlindungan Pekerja di Medan, Kepling Didorong Jadi Agen BPJS Ketenagakerjaan

MEDAN, beritapasti.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna memperluas perlindungan sosial bagi para pekerja, termasuk pekerja informal.

Menurut Rico Waas, perlindungan ketenagakerjaan harus hadir secara nyata dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko sosial dan ekonomi di dunia kerja.

Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi pada peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 bersama BPJS Ketenagakerjaan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Kunto Wibowo, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan Jefri Iswanto, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, serta Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan.

Rico Waas mengapresiasi pelaksanaan Hari Pelanggan Nasional tersebut sebagai bentuk perhatian BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta sekaligus upaya menghadirkan pelayanan yang proaktif, humanis, dan memberikan nilai tambah.

“Pelayanan yang baik harus dimulai dari kemauan untuk mendengar dan memahami kebutuhan peserta. Kita ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga merasa didengar, dipahami, dan dilayani dengan baik,” pesan Rico Waas dalam sambutannya.

Ia menegaskan Pemko Medan akan terus mendorong sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar cakupan perlindungan ketenagakerjaan semakin luas. Menurutnya, perlindungan sosial bukan sekadar mengenai program, tetapi juga menyangkut kepastian dan rasa aman bagi masyarakat.

Rico Waas juga berharap peringatan Hari Pelanggan Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan hak perlindungan pekerja dapat terpenuhi.

“Semangat seperti inilah yang perlu terus kita kuatkan dalam mewujudkan Medan untuk semua, semua untuk Medan,” ujarnya.

Komitmen perlindungan pekerja tersebut turut ditunjukkan melalui penyerahan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris dua pekerja dalam kegiatan tersebut. Penyerahan dilakukan Kunto Wibowo bersama Erfin Fachrurrazi.

Santunan JKK diserahkan kepada Surti Adiyama, orang tua almarhum Setiawan yang bekerja di perusahaan Samudera Lautan. Total manfaat yang diterima mencapai Rp345.999.000, terdiri dari JKK meninggal dunia sebesar Rp300.400.000 dan Jaminan Hari Tua (JHT) Rp45.187.000. Selain itu, Surti juga memperoleh manfaat Jaminan Pensiun (JP) berkala sebagai ahli waris.

Selanjutnya, manfaat JKM sebesar Rp237.217.970 diserahkan kepada Khairani, istri almarhum Niko Irawan yang bekerja di perusahaan Sun Saintik Kreasi Teknik. Dua anak almarhum juga mendapatkan manfaat beasiswa pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Usai kegiatan, Erfin Fachrurrazi mengatakan Pemko Medan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Ia menyebut kolaborasi kedua pihak terus diarahkan agar perlindungan bagi pekerja semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.

Salah satu bentuk kolaborasi diwujudkan melalui program perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja informal yang dijalankan Pemko Medan. Selain itu, kepala lingkungan (Kepling) didorong berperan sebagai agen untuk menyosialisasikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mengajak masyarakat dan perusahaan meningkatkan kepesertaan.

“Kepling kita dorong menjadi agen untuk menyampaikan kepada masyarakat dan perusahaan pentingnya perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” kata Erfin.

Kolaborasi juga diarahkan pada pemberdayaan penerima manfaat. Produk UMKM hasil pelatihan dan pemberdayaan peserta BPJS Ketenagakerjaan akan didorong agar memiliki akses pemasaran melalui Galeri Mustika Deli.

Pemko Medan, kata Erfin, juga membuka ruang kolaborasi melalui program “Sapa Warga”. BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat turun langsung ke tengah masyarakat sehingga edukasi mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus peningkatan kepesertaan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Jadi kita ingin pelayanan itu tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi kita juga hadir di tengah masyarakat,” imbuhnya. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *