Ekonomi Medan

Tiket PRSU Rp75 Ribu Tuai Keluhan, Pengunjung Pilih Putar Balik karena Dinilai Terlalu Mahal

MEDAN, beritapasti.id – Pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang diharapkan menjadi ajang hiburan sekaligus pesta rakyat justru menuai keluhan dari masyarakat. Tingginya harga tiket masuk dan tarif parkir membuat sejumlah pengunjung mengaku mengurungkan niat untuk memasuki arena pameran.

Berdasarkan pantauan di lokasi dan pengakuan sejumlah warga, harga tiket masuk PRSU pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu, dipatok sebesar Rp75 ribu per orang. Sementara pada hari Senin hingga Kamis, tiket dijual seharga Rp35 ribu.

Selain tiket masuk, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi juga harus membayar tarif parkir mobil berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.

Willy, warga Medan Johor, mengaku batal masuk ke arena PRSU setelah menghitung besarnya biaya yang harus dikeluarkan jika membawa seluruh anggota keluarganya.

“Kami datang ke PRSU bersama istri dan tiga anak. Kalau lima orang dikali Rp75 ribu, sudah berapa? Belum lagi nanti beli makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya di dalam arena,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Menurut Willy, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak mudah. Karena itu, harga tiket yang dinilai cukup tinggi membuat banyak keluarga berpikir ulang untuk menikmati ajang tahunan tersebut.

Dengan penuh kekecewaan, ia bersama keluarganya akhirnya memutuskan pulang tanpa sempat memasuki area PRSU.

“Ini pekan rakyat atau pesta pengusaha?” ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Putra Pratama. Ia menilai tarif tiket masuk sebesar Rp75 ribu terlalu memberatkan masyarakat, terlebih saat ini banyak keluarga sedang mempersiapkan kebutuhan memasuki tahun ajaran baru.

“Hari ini ekonomi masyarakat sudah sulit, apalagi sekarang memasuki tahun ajaran baru di mana banyak kebutuhan sekolah anak-anak yang harus dipenuhi. Sudah seharusnya pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat,” katanya.

Putra mengaku melihat langsung banyak warga yang datang dengan antusias, namun akhirnya memilih pulang setelah mengetahui harga tiket masuk yang dinilai terlalu mahal.

“Banyak calon pengunjung yang saya lihat akhirnya putar balik ketika mengetahui harga tiket Rp75 ribu per orang. Saya yakin kalau harga tiket sekitar Rp20 ribu, masyarakat akan jauh lebih banyak yang datang,” ujarnya.

Meski demikian, Putra menilai PRSU ke-50 memiliki nilai positif karena menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, ajang tersebut dapat memperkenalkan keberagaman budaya, potensi daerah, serta produk unggulan dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengevaluasi kembali kebijakan tarif tiket agar PRSU benar-benar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Harapan saya kepada Pak Gubernur, harga tiket masuk PRSU bisa dikaji ulang. Buatlah harga yang lebih merakyat agar semua masyarakat Sumatera Utara bisa menikmati kemeriahan PRSU,” harapnya.

Keluhan juga datang dari Edi, warga Kabupaten Labuhanbatu. Ia mengaku terkejut dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan saat menghadiri pembukaan PRSU pada Jumat (3/7/2026).

“Saya dikenakan tarif parkir mobil Rp15 ribu dan tiket masuk Rp75 ribu per orang. Menurut saya ini sangat mahal dan tidak masuk akal. Karena sudah jauh-jauh datang dari Labuhanbatu ya terpaksa masuk. Tapi cukup sekali saja ke sini,” keluhnya.

Sejumlah pengunjung berharap panitia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mengevaluasi tarif tiket maupun parkir agar PRSU benar-benar menjadi pesta rakyat yang dapat diakses seluruh kalangan, bukan hanya masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu. (bp-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *