Nasional

Evaluasi Penerima MBG, BGN Fokuskan Penerima dari Kalangan 3T dan 3B

JAKARTA, beritapasti.id – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengevaluasi sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu berpotensi tidak lagi menjadi prioritas penerima program tersebut.

Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari refocusing atau penataan ulang penerima manfaat yang tengah disiapkan oleh pimpinan baru BGN. Dalam kebijakan tersebut, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan menjadi fokus utama pelaksanaan program MBG.

Menurut Nanik, evaluasi dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran dan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, BGN akan mengalihkan fokus dari penerima yang dinilai kurang prioritas ke wilayah-wilayah 3T yang hingga kini belum terlayani secara optimal.

Ia menjelaskan, penambahan jumlah penerima manfaat tetap dimungkinkan. Namun, perluasan tersebut akan dilakukan dengan menyesuaikan kembali sasaran program agar manfaatnya lebih efektif dan merata.

Selain wilayah 3T, BGN juga akan memberikan perhatian khusus kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini dinilai menjadi sasaran penting karena masa awal kehidupan merupakan periode yang sangat menentukan keberhasilan intervensi gizi.

Nanik mengatakan hasil diskusi dengan para pakar, dokter anak, dan ahli gizi menunjukkan bahwa intervensi gizi paling efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia sekitar sembilan tahun atau setingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, kelompok tersebut akan menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG ke depan.

Kebijakan refocusing ini merupakan bagian dari empat langkah yang tengah disiapkan BGN untuk membenahi pelaksanaan program MBG. Selain mengevaluasi penerima manfaat, BGN juga akan melakukan moratorium sementara pembangunan dapur baru, memperbaiki dapur yang sudah beroperasi, serta memperluas jangkauan program di wilayah 3T dengan skema yang lebih efisien.

Di sisi lain, BGN menilai distribusi dapur MBG saat ini masih terkonsentrasi di kawasan aglomerasi dan perkotaan. Sementara itu, sejumlah daerah 3T justru belum mendapatkan layanan secara optimal. Karena itu, pemerintah akan memprioritaskan perluasan program ke wilayah 3T sesuai arahan Presiden agar manfaat MBG dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat yang membutuhkan. (bp-net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *