MEDAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-58 tingkat Kota Medan resmi dibuka oleh Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas pada Sabtu malam (19/4/2025). Tahun ini, ajang bergengsi umat Islam di Kota Medan itu diikuti oleh 653 peserta yang akan berkompetisi dalam 10 cabang perlombaan dan 54 golongan selama perhelatan berlangsung dari 19 hingga 26 April 2025.
Dalam talkshow “Pembangunan Kota Medan” yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kota Medan bekerja sama dengan iNews TV Sumut pada Senin (21/4/2025), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Sofyan, menyampaikan bahwa seluruh peserta tahun ini telah melalui proses verifikasi data diri.
“Semua peserta MTQ ke-58 merupakan warga asli Kota Medan yang telah terdata melalui kerja sama antara LPTQ dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ini adalah bentuk komitmen untuk menjaga kualitas dan keaslian peserta,” jelas Sofyan.
MTQ kali ini mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Cinta Al-Qur’an dan Merajut Medan untuk Semua.” Selain perlombaan, acara ini juga dimeriahkan oleh Pawai Ta’aruf yang diikuti oleh seluruh 21 kecamatan di Kota Medan, serta pameran stand tematik dari berbagai OPD dan kecamatan.
“Lokasi utama kegiatan kami desain dengan nuansa Arabian agar lebih kental suasana islami. Stand pameran dari kecamatan dan perangkat daerah menampilkan beragam inovasi, dan UMKM yang ikut serta tidak dikenakan biaya alias gratis,” tambahnya.
Selain berlangsung di lokasi utama, Sofyan menjelaskan bahwa kompetisi juga diselenggarakan di 9 titik lomba di wilayah Kecamatan Medan Deli, yang menjadi tuan rumah tahun ini.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Medan, Hasan Matsum, yang turut menjadi narasumber dalam talkshow tersebut, mengungkapkan harapannya agar MTQ menjadi sarana strategis dalam membangun generasi Qur’ani.
“MTQ bukan hanya soal baca dan tulis Al-Qur’an. Kita juga mendorong minat anak-anak muda untuk mengembangkan seni kaligrafi, memahami kandungan Al-Qur’an, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang edukatif dan spiritual bagi masyarakat, serta sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan keislaman di tengah keberagaman Kota Medan. (Bp-Ki)




